Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah dan Bacaan Doanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kedatangan Ramadhan selalu dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjalankan puasa di siang hari, umat Muslim juga diperintahkan untuk menghidupkan malam Ramadhan melalui berbagai ibadah sunnah, salah satunya sholat tarawih.
Umumnya, sholat tarawih dikerjakan secara berjamaah di masjid. Namun, kondisi tertentu membuat seseorang harus mengerjakannya sendiri di rumah. Misalnya karena masih dalam perjalanan, terlibat urusan pekerjaan, dan lain-lain.
Sejatinya, sholat tarawih yang dikerjakan sendiri (munfarid) tetap sah dan diterima oleh Allah SWT. Selama niat dan tata caranya benar, ibadah ini tetap bernilai pahala sebagaimana yang dilakukan secara berjamaah.
Kendati demikian, masih banyak orang yang belum memahami tata cara sholat tarawih sendiri di rumah. Agar tidak keliru, simak panduan lengkapnya berikut ini.
Niat Sholat Tarawih Sendiri
Gerakan dan bacaan sholat tarawih yang dikerjakan sendiri pada dasarnya sama seperti saat berjamaah. Perbedaan utamanya terletak pada niat yang dibacakan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Dikutip dari buku Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, berikut niat sholat tarawih yang dikerjakan sendiri:
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ
Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillâhi taʼâlâ.
Artinya:
"Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Mengutip buku Dahsyatnya Shalat dan Doa Ibu karya Ummi Ayanih, jumlah rakaat sholat tarawih yang dikerjakan sendiri sama seperti ketika berjamaah, yakni 11 rakaat atau 23 rakaat. Berikut urutan pelaksanaannya:
Membaca niat shalat tarawih
Mengucap takbir ketika takbiratul ihram.
Membaca Surat Al-Fatihah.
Membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
Rukuk.
Itidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
Salam pada rakaat kedua.
Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai sholat tarawih.
Ulangi semua langkah di atas hingga mencapai 8 rakaat dengan 4 salam, kemudian lanjutkan dengan sholat witir 3 rakaat.
Doa Setelah Sholat Tarawih
Setelah menunaikan sholat tarawih, dianjurkan untuk membaca doa kamilin, yaitu doa khusus setelah tarawih yang bertujuan untuk memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Merujuk pada buku Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, berikut bacaan doa setelah sholat tarawih:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan sholat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang."
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026
Baca Juga: 4 Keutamaan Sholat Tarawih, Dari Pahala Berlimpah hingga Diampuni Dosanya
(ANB)
