Konten dari Pengguna

Bacaan Bilal Sholat Idul Adha: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan bilal saat sholat Idul Adha. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan bilal saat sholat Idul Adha. Foto: Pexels

Sholat Idul Adha adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sama seperti sholat Idul Fitri, sholat ini juga termasuk sunnah muakkadah atau amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Dalam pelaksanaannya, sholat Idul Adha tidak diawali dengan azan maupun iqamah. Sebagai gantinya, seorang bilal akan mengumandangkan bacaan khusus yang menandakan sholat Id segera dimulai.

Bacaan singkat tersebut memiliki peranan penting dalam rangkaian sholat Idul Adha. Seperti apa bacaannya? Yuk, cari tahu selengkapnya lewat pembahasan artikel berikut ini.

Bacaan Bilal Sholat Idul Adha

Ilustrasi salat Idul Adha 2025. Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Bilal atau muroqi merupakan seseorang yang bertugas mengumandangkan azan, iqamah, serta bacaan tarqiyyah pada momen-momen tertentu seperti sholat Jumat, Tarawih, dan Id. Namun, khusus pelaksanaan sholat Idul Adha, bilal hanya mengumandangkan tarqiyyah.

Bacaan tarqiyyah biasanya dikumandangkan di tiga waktu krusial, yakni sebelum sholat dimulai, sesaat setelah sholat selesai, dan menjelang khutbah dibacakan oleh khatib.

Dikutip dari buku berjudul Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot oleh A. Fatih Syuhud, berikut teks bacaan bilal sholat Idul Adha yang perlu diketahui:

1. Sebelum Sholat Idul Adha

Saat imam tiba dan bersiap memimpin sholat Id, bilal melantunkan seruan sebagai tanda dimulainya sholat. Berikut bacaannya:

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ (x3)

As-shalata sunnatan li 'idil Adha jami'ah rahimakumullah (dibaca x3).

Artinya: "Marilah kita dirikan sholat sunnah Idul Adha berjamaah."

Kemudian jemaah menjawab:

الصَّلَاةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

As-shalata la ilaha illallah.

Artinya: "Sholat, tidak ada Tuhan selain Allah. “

Baca Juga: Niat Membayar Puasa Ramadhan dan Ketentuannya yang Wajib Dipahami

2. Setelah Sholat Idul Adha

Setelah sholat Id selesai, bilal akan mengucapkan bacaan sebagai berikut:

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله

Ma'aashiral muslimiina wa zumratal mu'miniina rahimakumullah, i'lamuu anna yaumakum haadza yaumu 'iidil adhaa wa yaumus suruur wa yaumul maghfur, ahalla Allahu lakum fiihit tha'aama, wa harrama 'alaikumus shiyaam, idza sa'idal khatiibu 'alal mimbar ansituu atsabakumullah, wasma'uu ajarakumullah, wa athii'uu rahimakumullah.

Artinya: "Wahai kaum muslimin dan orang-orang beriman, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah hari raya Idul Adha, hari kebahagiaan dan hari pengampunan. Allah menghalalkan kalian untuk makan pada hari ini dan mengharamkan kalian untuk berpuasa. Ketika khatib naik mimbar, dengarkanlah dan perhatikanlah, semoga Allah memberikan pahala kepada kalian. Dengarkanlah, semoga Allah melindungi kalian, dan taatilah, semoga Allah merahmati kalian."

3. Sebelum Pelaksanaan Khutbah Idul Adha

Usai pelaksanaan sholat Id, bilal akan berdiri dengan membaca sholawat sebagai tanda akan dimulainya khutbah Idul Adha:

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَاناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ ... اللهم قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِ الدِّيْنِ، رَبِّ إخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammad, Allahumma salli 'ala sayyidina wa mawlana Muhammad, Allahumma salli wa sallim 'ala sayyidina wa mawlana Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad...

Allahumma qawwil Islam wa al-iman, min al-muslimin wa al-muslimat, wa al-mu'minin wa al-mu'minat al-ahya' minhum wa al-amwat, wa ansurhum 'ala mu'ani ad-din, Rabbi ikhtim lana minka bil-khayr, wa ya khayr an-nasirin birahmatika ya arham ar-rahimin.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad, Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad ...

Ya Allah, kuatkanlah Islam dan iman, dari kaum Muslimin dan Muslimat, dan Mukminin dan Mukminat yang hidup di antara mereka dan yang telah wafat, dan tolonglah mereka atas musuh-musuh agama, Ya Tuhanku, akhiri hidup kami dengan kebaikan dari-Mu, dan wahai sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala pengasih."

(RK)