Bacaan Doa Keramas Sebelum Puasa dan Tata Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keramas merupakan salah satu cara untuk menyucikan tubuh sebelum memulai ibadah puasa. Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan untuk mengawalinya dengan membaca doa keramas sebelum puasa.
Doa ini dapat dibaca ketika seorang Muslim berniat melakukan mandi besar untuk menyucikan diri dari hadas besar. Ada kalanya umat Islam juga menyertakan keramas saat mandi besar, biasanya dilakukan setelahnya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa keramas sebelum puasa hanya merupakan sebuah tradisi dan tidak wajib dilakukan. Begitu pula dengan mandi besar yang tidak mewajibkan keramas dalam tata caranya.
Doa Keramas Sebelum Puasa
Keramas sendiri bertujuan untuk menghilangkan debu, keringat, dan kotoran yang menempel di kulit kepala. Salah satu jenis kotoran yang sering muncul adalah ketombe, yaitu sel-sel kulit kepala mati yang terlepas.
Seperti aktivitas lainnya, umat Muslim juga bisa membaca doa sebelum keramas. Doa yang dapat dibaca saat hendak keramas adalah niat mandi wajib.
Berdasarkan buku Doa dan Adab Berpakaian serta Doa Mandi dan Tayamum, berikut ini niat mandi wajib yang dapat dibaca sebelum menjalani puasa:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَال
Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardlal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah taala.
Untuk menyempurnakan rangkaian mandi wajib, umat Muslim dianjurkan untuk mengakhirinya dengan membaca doa. Doa ini dapat dibaca setelah keluar dari kamar mandi. Berikut bacaan doanya:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat, dan masukkanlah aku ke dalam golongan mereka yang senantiasa menjaga kesucian diri.
Tata Cara Mandi Keramas Sebelum Puasa
Bagi sebagian orang, keramas sudah dianggap menjadi bagian dari mandi wajib. Jadi, mandi wajib juga harus dilakukan sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam Islam, yaitu:
Cuci tangan kanan dan kiri masing-masing sebanyak tiga kali.
Bersihkan area tubuh yang dianggap kotor, seperti kemaluan, dubur, ketiak, pusar, dan sela-sela jari kaki menggunakan tangan kiri.
Cuci kembali kedua tangan dengan sabun atau media lain seperti tanah untuk memastikan kebersihan.
Lakukan wudu sebagaimana yang dilakukan sebelum sholat.
Basahi rambut dan kepala secara menyeluruh, mulai dari pangkal hingga ujungnya.
Siram kepala sebanyak tiga kali agar air merata ke seluruh bagian.
Saat mengguyur kepala, baca niat mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadas besar.
Gosok kulit kepala dan rambut dengan sampo sampai bersih.
Basahi tubuh secara merata, dimulai dari sisi kanan sebanyak tiga kali, lalu dilanjutkan ke bagian kiri.
Pastikan semua lipatan kulit ikut dibersihkan agar tidak ada bagian yang terlewat.
Setelah seluruh tubuh tersiram air, lanjutkan mandi seperti biasa hingga benar-benar bersih.
Usahakan untuk tidak menyentuh kemaluan setelah wudu agar tidak perlu mengulangnya kembali.
Baca Juga: Langkah-Langkah Cara Keramas yang Benar
(DR)
