Bacaan Doa Niat Puasa Ganti Ramadhan Karena Haid

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, seorang wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk melaksanakan puasa Ramadhan. Namun, mereka tetap wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan (qadha).
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, yang menegaskan bahwa mengganti puasa yang tertinggal adalah suatu kewajiban:
"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bacaan doa niat puasa ganti Ramadhan karena haid serta tata cara menjalankannya.
Doa Niat Puasa Ganti Ramadhan Karena Haid
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa wanita yang haid diperintahkan untuk meninggalkan puasa Ramadhan. Bunyi haditsnya sebagai berikut:
"Bukankah seorang wanita jika haid tidak shalat dan tidak puasa?" (HR. Bukhari, no. 304; Muslim, no. 79)
Namun, ketika bulan Ramadhan sudah berakhir, wanita Muslimah tersebut diharuskan untuk membayar utang puasanya. Seperti puasa pada umumnya, ia harus membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan doa niat puasa ganti Ramadhan karena haid:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin an qadh'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Swt."
Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan
Tata cara puasa qadha Ramadhan pada dasarnya sama seperti puasa sunnah atau wajib lainnya. Hal yang membedakan hanya niatnya. Berikut tata cara puasa qadha Ramadhan untuk perempuan yang mengalami haid yang dikutip dari laman Baznas:
Membaca niat sebelum fajar.
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga maghrib.
Memperbanyak ibadah dan amalan sunnah agar puasa lebih bermakna.
Berbuka puasa saat maghrib tiba dengan makanan yang halal dan diawali dengan doa berbuka puasa.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir: Arab, Latin, dan Terjemahan
Hukum Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid
Umat Muslim wajib mengganti puasa Ramadhan sesuai jumlah hari yang ditinggalkan. Misalnya, jika wanita mengalami haid selama 6 hari di bulan Ramadhan, maka ia wajib mengganti puasa sebanyak 6 hari.
Dianjurkan pula untuk menjalankan qadha puasa secara berturut-turut. Namun, jika tidak memungkinkan, boleh saja dilakukan secara terpisah. Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu' Al Fatawa (24:136) mengatakan:
"Disunahkan qadha’ puasa Ramadhan adalah secara berturut-turut. Jika tidak bisa dilakukan secara berturut-turut, maka tidak masalah untuk dilakukan secara terpisah-pisah.”
Tidak ada batasan waktu tertentu untuk mengganti puasa Ramadhan karena haid. Seorang Muslimah dapat menjalankannya kapan saja di luar bulan Ramadan. Namun, jika qadha tersebut ditunda hingga Ramadhan berikutnya, maka hukumnya bisa berbeda.
Ia tidak berdosa apabila memang ada halangan yang menyebabkan penundaan qadha puasa Ramadhan. Namun, hukumnya bisa menjadi haram jika perempuan itu dengan sengaja menunda tanpa alasan yang dibenarkan.
(SLT)
