Bacaan Doa Rebo Wekasan yang Diamalkan di Rabu Terakhir Bulan Safar

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca doa Rebo Wekasan merupakan salah satu tradisi umat Islam di Jawa pada Rabu terakhir bulan Safar. Doa yang diamalman untuk memohon perlindungan dari marabahaya ini disusun oleh Syekh Abdul Hamid al-Quds.
Sebagian masyarakat Jawa percaya bahwa ada banyak bencana yang diturunkan di Rabu terakhir bulan Safar. Kepercayaan ini didasarkan pada literasi Islam klasik dalam Kitab Kanzun Najah Was-surur fi fadhail al Azmina was-shuhur karangan Syaikh Abdul Hamid al-Quds.
Dalam kitab tersebut, ulama kelahiran Makkah ini menceritakan kisah seorang wali yang telah mencapai maqom kasyaf, sehingga bisa melihat hal-hal ghaib. Sang wali mengatakan bahwa setiap tahunnya, Allah menurunkan 320.000 malapetaka pada satu malam, yang diyakini terjadi pada Rabu terakhir bulan Safar.
Berdasarkan hal tersebut, para ulama menganjurkan umat Islam melakukan amalan khusus guna terhindar dari nasib buruk, salah satunya dengan membaca doa Rebo Wekasan.
Bacaan Doa Rebo Wekasan
Doa tolak bala biasanya dibaca pada malam Rebo Wekasan di tempat-tempat ibadah. Meski demikian, doa ini dapat dijadikan sebagai salah satu bacaan dzikir yang diamalkan setelah selesai sholat.
Bencana memang bisa terjadi kapan saja selama Allah SWT menghendaki. Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Muslim memohon perlindungan-Nya setiap waktu.
Berikut bacaan doa Rebo Wekasan sebagaimana dilansir dari buku Kumpulan Doa, Dzikir, dan Sholawat Al Khoirot oleh A. Fatih Syuhud (2019):
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Alhamdulillahi rabbil’aalamina washollallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallama. Allahumma yaa syadiidal quraa wayaa syadidal mihali yaa ‘adzidzu yaa man dzallat. Li’izzatika jamii’u khalqika ikfinii min jamii’I khalqika yaa muhsinu yaa mujammilu yaa mutafadh-dhilu yaa mun’imu yaa mukrimu yaa man laa ilaaha illa anta bi rahmatika yaa arhamar raahimiin. Allaahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi ikfinii syarra haadzal yawma wa maa yanzilu fiihi yaa kaafii fasayakfiyukahumul-laahu wa huwas-samii’ul ‘aliim. Wa hasbunallaahu wa ni’mal wakiilu wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wa shallallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya. Ya Allah, yang Maha Perkasa, segala makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu. Lindungilah aku dari segala makhluk-Mu. Wahai dzat yang Maha Baik, yang Maha Indah, yang Maha Pemurah, yang Maha Pemberi, dan yang Maha Mulia, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Engkau. Berikanlah aku rahmat-Mu wahai dzat yang Maha Pemurah di antara yang pemurah. Ya Allah, dengan rahasia Hasan, saudara kandungnya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya, lindungilah aku dari segala kejahatan hari ini dan apa yang turun pada hari ini. Wahai yang Maha Cukup untuk mengatasi semua urusan, wahai yang Maha Menjauhkan bencana. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami dan Dia-lah sebaik-baiknya pelindung. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya.
Baca Juga: Kumpulan Doa Maulid Nabi yang Biasa Muncul saat Pengajian
(GLW)
