Bacaan Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan beserta Hukumnya dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah puasa Ramadhan merupakan satu lima dari rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh umat Muslim. Salah satu syarat sah utama dari puasa Ramadhan yaitu membaca niat.
Niat berfungsi sebagai pembeda ibadah dengan kebiasaan serta berguna untuk menegaskan dari ibadah itu sendiri. Dalam pelaksanaannya, ibadah puasa Ramadhan dikerjakan sekitar 29-30 hari.
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus dari sebelum terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Berpuasa juga dapat dijadikan sebagai sarana spiritual agar menjadi individu yang lebih baik.
Allah SWT menjelaskan kewajiban puasa Ramadhan dalam surat Al-Baqarah ayat 183 dan 185 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)
"Barangsiapa di antara kamu yang menyaksikan bulan (Ramadan), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu," (QS. Al-Baqarah: 185)
Oleh karena itu, setiap Muslim yang mengerjakan puasa harus menunaikan dua rukunnya, yaitu membaca niat puasa dan menahan diri hal-hal yang dapat membatalkannya. Berniat bisa dilakukan setiap hari atau dibaca di malam pertama bulan Ramadha.
Bagaimana ketentuan dan bacaan niat puasa ramadhan satu bulan?
Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan
Dilansir melalui laman NU Online, berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri Ramadhana kullihi lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.”
Niat ini dibaca pada malam pertama bulan Ramadhan setelah tarawih. Seseorang harus mengumpulkan niat puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Sehingga, pada esok harinya dan seterusnya tidak perlu lagi membaca niat tersebut.
Terkadang niat puasa Ramadhan satu bulan ini digunakan sebagai antisipasi apabila seseorang takut lupa membaca niat harian. Namun, secara teknis membaca niat puasa Ramadhan seperti ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama mazhab.
Lalu, apa hukumnya membaca niat puasa Ramadhan selama satu bulan penuh?
Hukum Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan
Mengutip buku Fiqih Islam Wa Adilatuhu Jilid 3 yang ditulis oleh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, menurut Jumhur, disyariatkan membaca niat setiap hari di bulan Ramadhan. Sebab, puasa setiap harinya terhitung sebagai ibadah yang mandiri, tidak terkait dengan puasa hari lainnya. Artinya, apabila seseorang belum berniat pada malam hari, puasa yang dijalankan pada siang harinya dianggap tidak sah.
Sementara menurut mazhab Maliki, hanya cukup dengan satu niat pada awal bulan Ramadhan. Namun, Imam Maliki juga memberi syarat niat berpuasa untuk satu bulan penuh itu berlaku apabila puasanya tidak terputus. Bila puasanya terputus karena sakit, haid, nifas, sedang di perjalanan jauh dan lainnya, seorang Muslim wajib berniat kembali untuk hari-hari yang tersisa.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat dipahami bahwa membaca niat puasa Ramadhan selama sebulan penuh diperbolehkan, asalkan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
(IMR)
