Konten dari Pengguna

Bagaimana agar Seseorang Tidak Mengulang Melakukan Pelanggaran?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang melakukan konseling. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang melakukan konseling. Foto: Pexels

Segala bentuk peraturan dibuat untuk mencegah terjadinya penyimpangan perilaku. Peraturan dapat dijumpai di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat dalam berbagai bentuk, yakni secara tertulis dan tidak tertulis.

Peraturan hadir untuk menciptakan kehidupan yang tertib agar setiap orang dapat hidup berdampingan secara damai. Namun, aturan yang tidak diterapkan secara konsisten dapat diremehkan oleh masyarakat, sehingga berpotensi terjadi pelanggaran berulang.

Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan, bagaimana agar seseorang tidak mengulang melakukan pelanggaran? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut.

Bagaimana agar Seseorang Tidak Mengulang Melakukan Pelanggaran?

Ilustrasi bagaimana agar seseorang tidak mengulang melakukan pelanggaran. Foto: Unsplash

Pertanyaan ini muncul pada bagian Mari Refleksikan dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka terbitan Kemdikbud halaman 210 pada Bab 8 tentang Membangun Masyarakat yang Beradab.

Upaya mencegah seseorang mengulangi pelanggaran dapat dilakukan melalui tindakan preventif, kuratif, dan represif. Menurut buku Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktik karya Namora Lumongga dan sumber lainnya, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Tindakan Preventif

Tindakan preventif merupakan langkah pencegahan yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Melalui tindakan ini, seseorang diharapkan memahami konsekuensi dari pelanggaran sehingga tidak muncul keinginan untuk melakukannya. Adapun pencegahan dapat dilakukan melalui beberapa cara berikut:

  • Memberikan sosialisasi mengenai nilai moral, etika, dan tanggung jawab sebagai dasar perilaku yang baik.

  • Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menaati tata tertib sekolah.

  • Memberikan penghargaan atau apresiasi atas perilaku positif dan kepatuhan terhadap aturan agar seseorang termotivasi untuk mempertahankan perilaku baik.

2. Tindakan Kuratif

Tindakan kuratif bertujuan memulihkan seseorang yang telah melakukan pelanggaran agar kembali pada perilaku yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Upaya ini dilakukan untuk menghentikan pelanggaran yang sudah terjadi dan mencegahnya terulang kembali. Beberapa bentuk tindakan kuratif antara lain:

  • Melakukan pengawasan yang lebih ketat oleh keluarga, sekolah, atau lembaga terkait terhadap individu yang sering melanggar aturan.

  • Memberikan bimbingan dan konseling untuk membantu pelanggar memahami serta mengatasi masalah yang mendasari perilakunya.

  • Menyelenggarakan program rehabilitasi atau pembinaan.

  • Menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan jasmani maupun rohani.

3. Tindakan Represif

Tindakan represif adalah langkah tegas yang dilakukan terhadap pelanggaran berat atau pelanggaran yang dilakukan secara berulang kali. Tujuannya untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran serupa. Contoh tindakan represif meliputi:

  • Melakukan proses hukum terhadap pelanggaran yang merugikan orang lain atau melanggar undang-undang.

  • Memberikan peringatan keras kepada pelanggar yang sudah beberapa kali mengulangi kesalahan.

  • Memberikan teguran tertulis kepada pelanggar aturan.

Baca Juga: Apa Pengaruh Orang Lain terhadap Konsep Diri dan Harga Diri?

(SA)