Konten dari Pengguna

Bagaimana Anda Memanfaatkan Rapor Pendidikan Nantinya bagi Satuan Pendidikan?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rapor anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rapor anak. Foto: Shutter Stock

Dalam pelatihan mandiri Platform Merdeka Mengajar (PMM), ada tahap post test yang mesti dilalui guru. Salah satu pertanyaan yang diajukan dalam tahap tersebut yaitu, bagaimana Anda memanfaatkan rapor pendidikan nantinya bagi satuan pendidikan?

Pertanyaan tersebut termuat dalam Modul 1 tentang Mengenal Rapot Pendidikan. Lewat materi ini, guru diharapkan bisa memahami peran Rapor Pendidikan yang sudah disusun oleh Kemdikbud.

Sebagaimana dijelaskan dalam laman resmi Kemdikbud, penggunaan Rapor Pendidikan sangat disarankan bagi satuan pendidikan atau dinas setempat. Sebab, rapor ini bisa digunakan sebagai bahan acuan dasar untuk melaksanakan Perencanaan Berbasis Data (PBD).

Adapun data pada Rapor Pendidikan tersebut berasal dari sumber data terpercaya seperti Dapodik, BPS, Asesmen Nasional (AKM, Sulingjar, Survei Karakter). Kumpulan data tersebut sudah mencakup semua aspek evaluasi layanan pendidikan.

Manfaat Rapor Pendidikan bagi Satuan Pendidikan

Ilustrasi membuka rapor pendidikan murid. Foto: Shutterstock

Lewat Rapor Pendidikan, sebenarnya guru bisa mengidentifikasi akar masalahnya dengan baik. Ini mencakup mutu pembelajaran di kelas dan kualitas sumber daya di sekolah.

Dengan begitu, guru bisa memetakan output yang perlu diperbaikinya di masa mendatang. Melalui proses ini pula, satuan pendidikan bisa membuat perencanaan peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar yang tepat sasaran.

Manfaat Rapor Pendidikan dapat dirasakan oleh guru dan satuan pendidikan ketika digunakan secara optimal. Dirangkum dari laman Rapor Pendidikan Kemdikbud, berikut beberapa peran Rapor Pendidikan di sekolah yang bisa dipahami:

  • Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan.

  • Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional.

  • Sumber data yang objektif dan andal di mana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi.

  • Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

  • Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

  • Platform penyajian data yang terpusat. Satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan beban administrasi.

Ketika dihadapkan dengan pertanyaan, “bagaimana Anda memanfaatkan Rapor Pendidikan nantinya bagi satuan pendidikan”, maka Anda bisa menjawabnya dengan memaparkan poin-poin di atas. Anda juga bisa menguraikannya lebih detail lagi dalam bentuk paragraf yang utuh.

Penerapan Rapor Pendidikan dalam Kegiatan Pembelajaran

Ilustrasi orang tua dan anak sedang mengambil nilai rapor anak di sekolah. Foto: Shutter Stock

Baik guru maupun satuan pendidikan dapat melakukan refleksi diri berdasarkan hasil dari Rapor Pendidikan. Berikut panduan aktivitasnya yang direkomendasikan oleh Kemdikbud:

  • Mempelajari dan memverifikasi data dari satuan pendidikan.

  • Mengevaluasi Rapor Pendidikan dengan kondisi riil, yaitu dengan melakukan pengamatan, melihat data dan diskusi dengan pemangku kepentingan di satuan pendidikan.

  • Menganalisis kondisi satuan pendidikan, seperti bersama guru dan kepala satuan pendidikan, untuk melihat apakah kondisi satuan pendidikan sudah sesuai standar atau belum.

  • Menyimpulkan permasalahan dan akar masalah yang dihadapi, berdasarkan analisis bersama dengan pemangku kepentingan di satuan pendidikan.

  • Menyusun perencanaan berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan dan akar masalah yang sudah dilakukan.

Baca juga: Contoh Jawaban Forum Komunikasi Modul 1.2 Guru Penggerak

(MSD)