Bagaimana Dampak Jika Guru Tidak Membuka dan Menutup Pembelajaran dengan Baik?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keterampilan mengajar menjadi bekal penting yang perlu dimiliki seorang guru sebelum tampil di depan kelas. Tidak hanya soal penguasaan materi, ada kemampuan dasar lain yang kerap terabaikan, yaitu cara membuka dan menutup pembelajaran.
Meski terlihat sepele, bagian ini memiliki peran besar dalam membangun kesiapan belajar sekaligus memperkuat pemahaman siswa. Sayangnya, masih banyak guru yang sering melewatkannya dalam proses pembelajaran.
Lalu, bagaimana dampaknya jika guru tidak membuka dan menutup pembelajaran dengan baik? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Keterampilan Membuka dan Menutup Pembelajaran
Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki setiap guru. Peran keduanya cukup penting karena ikut menentukan keberhasilan proses belajar di kelas.
Berdasarkan penelitian berjudul Keterampilan Guru dalam Membuka dan Menutup Pembelajaran di Kelas XI Ilmu Agama Islam (IAI) MAN 1 Pontianak oleh Eka Pratiwi dkk., ada beberapa komponen utama yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Keterampilan Membuka Pembelajaran
Membuka pembelajaran berkaitan dengan upaya guru menciptakan suasana belajar yang siap secara psikologis. Tujuannya untuk menarik perhatian siswa serta mengarahkan fokus pada materi yang akan dipelajari. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
Memberikan salam pembuka serta mengecek kehadiran siswa
Membangkitkan perhatian melalui pertanyaan atau pengantar singkat
Menumbuhkan motivasi belajar siswa
Menyampaikan tujuan atau gambaran pembelajaran
Mengaitkan materi dengan pengetahuan sebelumnya
2. Keterampilan Menutup Pembelajaran
Keterampilan menutup pembelajaran melibatkan inisiatif guru untuk menyimpulkan pembelajaran. Bagian ini juga memberi kesempatan untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Kegiatan yang bisa dilakukan meliputi:
Meninjau kembali materi pembelajaran
Mengevaluasi pembelajaran melalui pertanyaan atau diskusi singkat
Memberi penguatan terhadap konsep penting
Mengajak siswa melakukan refleksi
Menyampaikan tindak lanjut atau tugas
Bagaimana Dampak Jika Guru Tidak Membuka dan Menutup Pembelajaran dengan Baik?
Ketika keterampilan membuka dan menutup pembelajaran tidak dikuasai, proses belajar menjadi kurang optimal. Berdasarkan studi berjudul Pengaruh Keterampilan Membuka Dan Menutup Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Tema 6 SDN 101820 Pancur Batu T.A 2022/2023 oleh Arifin Siregar dan Hartika Simbolon, berikut beberapa dampak yang sering muncul:
1. Motivasi Belajar Siswa Menurun
Kesiapan yang dibangun di awal pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan semangat belajar. Saat pembukaan dilakukan dengan baik, siswa lebih siap mengikuti materi yang disajikan. Sebaliknya, tanpa pendekatan yang menarik, siswa menjadi kurang antusias dalam mengikuti pelajaran.
2. Keaktifan Belajar Siswa Berkurang
Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran juga berpengaruh terhadap keaktifan siswa. Hal ini terlihat dari sikap yang tidak serius atau main-main saat belajar, kesulitan menyelesaikan tugas, serta minimnya partisipasi dalam menjawab pertanyaan dari guru.
3. Materi Mudah Dilupakan
Tanpa penutupan yang baik, informasi yang diterima siswa cenderung cepat terlupakan. Selain itu, siswa juga kehilangan kesempatan untuk merefleksikan pemahaman mereka. Oleh karena itu, sebelum mengakhiri pembelajaran, guru sebaiknya memberi kesempatan bagi siswa untuk bertanya terkait materi yang belum dipahami.
Baca Juga: Bagaimana Guru Dapat Mengoptimalkan MPI Melalui Papan Interaktif Digital?
(SA)
