Konten dari Pengguna

Bagaimana Dampak Kekerasan Terhadap Korban Secara Fisik dan Psikologis?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kekerasan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan. Foto: Unsplash

Kasus penganiayaan atau kekerasan sering kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tindakan ini dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak dan perempuan yang tergolong kelompok rentan.

Tak jarang, pelaku kekerasan justru berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti keluarga, pihak sekolah, ataupun komunitas. Kondisi ini kerap membuat korban merasa kesulitan untuk melapor atau mencari bantuan karena adanya tekanan emosional.

Jika terus dibiarkan, kekerasan bisa terjadi berulang kali dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Lantas, tahukah Anda apa saja dampak kekerasan terhadap korban secara fisik dan psikologis? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Dampak Kekerasan Terhadap Korban Secara Fisik dan Psikologis

Ilustrasi bagaimana dampak kekerasan terhadap korban secara fisik dan psikologis. Foto: Unsplash

Mengutip laman World Health Organization (WHO), kekerasan merupakan tindakan penggunaan kekuatan fisik, baik secara langsung maupun melalui ancaman, yang bertujuan untuk menguasai atau mengendalikan orang lain.

Tindakan ini tidak hanya menimbulkan cedera fisik, tetapi juga memberikan tekanan psikologis yang serius bagi korban. Dampaknya pun bisa berlangsung dalam jangka panjang dan turut memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Adapun dampak kekerasan terhadap korban secara fisik dan psikologis bisa diuraikan lewat pembahasan berikut:

Dampak Kekerasan Secara Fisik

Mengutip laman Women’s Health, dampak fisik jangka pendek akibat kekerasan bisa bervariasi, mulai dari cedera ringan hingga kondisi yang serius. Beberapa di antaranya meliputi memar, luka, patah tulang, hingga kerusakan pada organ dalam.

Bahkan, beberapa jenis cedera mungkin tidak langsung terlihat dari luar dan memerlukan pemeriksaan medis khusus seperti X-ray, CT scan, maupun tes lainnya untuk mengetahui tingkat keparahannya secara menyeluruh.

Semakin lama kekerasan fisik berlangsung, semakin besar pula dampaknya terhadap perkembangan dan fungsi tubuh korban. Berikut ini beberapa dampak fisik dari kekerasan yang kerap terjadi:

  • Perilaku agresif

  • Kelebihan berat badan dan obesitas

  • Gejala fisik tanpa penyebab jelas, seperti sakit kepala dan sakit perut yang sering muncul

  • Risiko penyakit jantung

  • Risiko diabetes

Baca juga: Pengertian Kekerasan Menurut Ahli dan Jenis-jenisnya

Dampak Kekerasan Secara Psikologis

Korban kekerasan sering kali mengalami trauma mendalam, yang dapat memicu berbagai gangguan psikologis. Dalam beberapa kasus, korban merespons rasa takut dengan menjadi agresif.

Namun, ada juga yang justru menarik diri dan menjadi sangat tertutup. Berikut ini beberapa dampak kekerasan pada korban secara psikologis yang umum terjadi:

1. Depresi dan PTSD

Mengutip laman Harbor Community Health Centers, mereka yang mengalami kekerasan berat dalam jangka waktu lama berisiko mengalami depresi dan gangguan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Gangguan ini biasanya ditandai dengan munculnya kilas balik, mimpi buruk, dan reaksi emosional yang intens terhadap hal-hal yang mengingatkan pada trauma.

2. Rendahnya Rasa Kepercayaan Diri

Korban kekerasan sering kali menyerap perlakuan dan ucapan negatif dari pelaku, hingga merasa tidak layak untuk dihargai atau dicintai. Perasaan bersalah dan malu ini bisa menghambat kemampuan mereka dalam membangun kepercayaan, bahkan terhadap orang terdekat.

3. Gangguan Kecemasan

Ketakutan berlebihan terhadap situasi atau orang yang mengingatkan pada pengalaman kekerasan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan yang serius.

4. Kesulitan Membangun Hubungan Sosial

Korban kekerasan sering kesulitan untuk mempercayai orang lain, sehingga mereka susah membentuk atau mempertahankan hubungan sosial dengan orang sekitar. Rasa malu dan trauma dari penganiayaan juga bisa menjadi penghambat dalam berinteraksi dengan orang di sekelilingnya.

(RK)