Konten dari Pengguna

Bagaimana Hasil atau Perubahan yang Muncul bagi Mereka dan Diri Anda Sendiri?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan 2026. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan 2026. Foto: Unsplash

Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2026 diwajibkan untuk menyusun esai sebagai salah satu syarat seleksi administrasi. Dalam esai tersebut, terdapat enam poin pertanyaan yang harus dijawab secara berurutan, mulai dari poin A hingga F.

Pada poin E, peserta diminta menjawab beberapa pertanyaan tentang peran utama pendidik dalam membantu orang lain mencapai tujuan tertentu. Salah satunya adalah “Bagaimana hasil atau perubahan yang muncul bagi mereka maupun bagi diri Anda sendiri?”.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peserta harus menyampaikan jawaban dengan panjang maksimal 500 kata sesuai dengan pengalaman masing-masing. Bagi peserta yang membutuhkan referensi, simak contoh jawaban esai PPG Prajabatan 2026 berikut ini.

Contoh Jawaban Bagaimana Hasil atau Perubahan yang Muncul Bagi Mereka Maupun Bagi Diri Anda Sendiri?

Ilustrasi contoh jawaban bagaimana hasil atau perubahan yang muncul bagi mereka maupun bagi diri Anda sendiri? Foto: Unsplash

Merujuk pada unggahan Scribd berjudul Pengalaman Keterlibatan Komunitas dan Refleksi karya Fajar Izha, berikut beberapa contoh jawaban untuk pertanyaan esai bagian E PPG Prajabatan 2026 yang dapat dijadikan referensi.

Esai PPG Prajabatan E: Peran Utama Pendidik dalam Membimbing Orang Lain untuk Mencapai Tujuan Tertentu

El. Bagaimana hasil atau perubahan yang muncul bagi mereka maupun bagi diri Anda sendiri?

  • Contoh Jawaban #1:

Hasil dari proses pembelajaran Penjas terlihat pada perubahan positif yang dialami peserta didik maupun diri saya sendiri sebagai guru. Siswa yang sebelumnya pasif mulai lebih antusias mengikuti kegiatan, percaya diri saat berlatih, berani mencoba hal baru, serta semakin mampu bekerja sama dan menghargai orang lain. Pembelajaran ini juga membantu menumbuhkan nilai sportivitas, disiplin, komunikasi, dan empati.

Bagi saya, pengalaman itu memberikan pemahaman bahwa peserta didik memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda. Saya pun menjadi lebih reflektif, sabar, dan kreatif dalam menentukan pendekatan pembelajaran agar siswa merasa dihargai dan dapat berkembang secara optimal.

  • Contoh Jawaban #2:

Hasil yang diperoleh sangat positif. Anak-anak kini lebih mampu mengenali potensi dan minat mereka, serta menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi ketika tampil di depan umum. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih juara dalam lomba seni pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, sehingga turut membanggakan orang tua dan guru.

Bagi saya, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya membimbing orang lain dengan penuh kesadaran, empati, dan cara yang menyenangkan. Saya menyadari bahwa perubahan besar dapat berawal dari hal sederhana, seperti kesediaan untuk hadir, mendengarkan, dan memberikan ruang bagi orang lain untuk berkembang.

E2. Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat membimbing orang lain (peserta didik, rekan sejawat, atau anggota komunitas/organisasi) melalui proses pembelajaran yang berprinsip pada berkesadaran/bermakna/menggembirakan.

  • Contoh Jawaban #1:

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya sebagai guru Penjas adalah ketika membimbing siswa kelas VIII dalam pembelajaran sepak bola. Pada awalnya, sebagian siswa kurang antusias karena menganggap kegiatan tersebut hanya berkaitan dengan aktivitas fisik.

Saya kemudian menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa dengan mengajak mereka memahami nilai kerja sama, sportivitas, dan disiplin dalam permainan. Siswa juga diberi kesempatan menentukan peran dalam tim dan melakukan refleksi setelah kegiatan.

Hasilnya, siswa yang awalnya pasif mulai lebih berani berpendapat, menghargai teman, dan memahami bahwa pembelajaran Penjas juga berperan dalam membentuk karakter. Bagi saya, pengalaman ini menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dapat tercipta ketika aktivitas fisik dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan.

  • Contoh Jawaban #2:

Saat mengikuti program PPK Ormawa, saya membimbing anak-anak di kawasan pesisir untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam seni tari dan menyanyi. Saya memperkenalkan tari Biteya, tarian khas Gorontalo yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir saat mendayung perahu. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal budaya lokal sekaligus mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berekspresi.

E3. Bagaimana situasi dan hubungan yang terbangun saat itu?

  • Contoh Jawaban #1

Situasi saat itu berlangsung menyenangkan dan penuh semangat. Meskipun beberapa siswa awalnya terlihat canggung dan kurang percaya diri, terutama mereka yang belum terbiasa bermain sepak bola, suasana perlahan menjadi lebih cair. Saya berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai dengan memberikan apresiasi atas usaha, kerja sama, dan perkembangan siswa.

Hubungan saya dengan peserta didik pun menjadi lebih dekat dan hangat. Mereka tidak lagi melihat saya hanya sebagai guru yang memberikan instruksi, tetapi juga sebagai pendamping yang mendukung perkembangan mereka. Siswa menjadi lebih terbuka untuk berdiskusi, berbagi cerita, dan meminta saran.

  • Contoh Jawaban #2

Situasi saat itu terasa akrab dan hangat. Hubungan saya dengan peserta didik terjalin secara alami melalui pendekatan yang menyenangkan dan penuh empati. Saya tidak hanya berperan sebagai pembimbing, tetapi juga berusaha menjadi pendengar yang memahami cerita, semangat, dan tantangan mereka. Karena merasa didengarkan dan dihargai, anak-anak menjadi lebih terbuka dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

E4. Apa strategi kreatif yang Anda lakukan untuk memahami kebutuhan dan mendampingi perkembangan mereka?

  • Contoh Jawaban #1:

Strategi kreatif yang saya lakukan untuk memahami kebutuhan dan mendampingi perkembangan peserta didik adalah dengan menerapkan pendekatan yang reflektif, kolaboratif, dan disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa. Saya menerapkannya melalui beberapa cara berikut:

1. Melakukan observasi dan dialog ringan sebelum kegiatan untuk mengetahui perasaan, kesulitan, karakter, dan kebutuhan setiap siswa

2. Menerapkan metode stasiun belajar dengan membagi siswa ke beberapa pos latihan, seperti passing, dribbling, dan koordinasi, sesuai kemampuan masing-masing

3. Memberikan umpan balik positif dengan mengapresiasi usaha siswa serta memberikan saran yang membangun setelah kegiatan

4. Mendorong siswa menetapkan target pribadi agar mereka memiliki arah dan tanggung jawab terhadap perkembangan diri

Melalui strategi tersebut, saya dapat memahami kebutuhan siswa secara lebih personal sekaligus mendampingi perkembangan mereka dalam aspek fisik, sosial, dan emosional.

  • Contoh Jawaban #2:

Saya memahami kebutuhan anak-anak dengan mengajak mereka bercerita tentang kegiatan yang disukai dan cita-cita mereka. Dari percakapan tersebut, saya dapat mengenali minat masing-masing anak dan memberi kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan seni hingga menemukan bidang yang paling diminati.

Setelah itu, saya memberikan latihan secara bertahap sesuai kemampuan mereka. Ketika ada anak yang kehilangan semangat, saya memilih pendekatan personal dengan mengunjunginya dan mengajak berbicara untuk memahami penyebabnya. Cara ini membuat mereka merasa diperhatikan dan membantu mengembalikan motivasi untuk berlatih.

Baca juga: Contoh Essay PPG Prajabatan 2026 yang Bisa Jadi Referensi

(RK)