Konten dari Pengguna

Bagaimana Ilmu Kalam Berhubungan dengan Ilmu Sejarah Islam? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ilmu kalam dalam Islam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ilmu kalam dalam Islam. Foto: Unsplash

Ilmu kalam merupakan cabang keilmuan dalam Islam yang mengkaji persoalan ketuhanan dan akidah melalui pendekatan rasional serta argumentatif. Kajian ini mencakup pembahasan tentang keberadaan Tuhan, sifat-sifat-Nya, serta hubungan manusia dengan-Nya.

Kemunculan ilmu kalam tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses sejarah yang dipengaruhi pergolakan politik dan tantangan yang dihadapi umat Islam. Lalu, bagaimana ilmu kalam berhubungan dengan ilmu sejarah Islam? Berikut uraian lengkapnya.

Bagaimana Ilmu Kalam Berhubungan dengan Ilmu Sejarah Islam?

Ilustrasi bagaimana ilmu kalam berhubungan dengan ilmu sejarah Islam? Foto: Unsplash

Dikutip dari Buku Ajar Ilmu Kalam karya Rifqi Khairul Anam (2025), istilah ilmu kalam berarti “ilmu tentang perkataan”. Dalam konteks keislaman, istilah ini digunakan untuk menyebut kajian teologis yang membahas tentang Tuhan beserta sifat-sifat-Nya secara mendalam.

Karena itu, ilmu kalam kerap disamakan dengan ilmu ushuluddin atau ilmu tauhid karena sama-sama membahas dasar-dasar akidah Islam melalui dalil Al-Qur’an, hadis, dan pendekatan rasional. Lantas, bagaimana ilmu Kalam berhubungan dengan ilmu sejarah Islam?

Sederhananya, ilmu kalam berhubungan dengan sejarah Islam karena lahir dari peristiwa yang terjadi dalam perjalanan umat Islam. Perdebatan teologis berkembang seiring munculnya konflik politik, perbedaan pandangan, dan perubahan sosial pada masa awal Islam.

Dengan mempelajari sejarah, masyarakat dapat memahami latar belakang munculnya berbagai aliran dalam ilmu kalam beserta dinamika pemikiran yang berkembang di dalamnya. Mengutip jurnal Aliran Ilmu Kalam dan Pokok Pikirannya Masing-masing, berikut aliran dalam ilmu kalam:

  • Aliran Asy’ariyah

  • Aliran Maturidiyah

  • Aliran Mu’tazilah

  • Aliran Wahhabi (Muhammad bin Abdul Wahhab)

Ruang Lingkup Ilmu Kalam

Ilustrasi ruang lingkup ilmu kalam. Foto: Unsplash

Untuk memahami ilmu kalam secara lebih mendalam, penting mengetahui ruang lingkup kajiannya. Dalam buku Tauhid Ilmu Kalam karya Prof. Dr. Sukiman, M.Si., dijelaskan bahwa ruang lingkup ilmu kalam terbagi ke dalam tiga bagian utama, yaitu:

1. Qismul Ilahiyat (Ma’rifat al-Mabda)

Ruang lingkup Qismul Ilahiyat membahas mengenai persoalan ketuhanan yang meliputi keberadaan Allah, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Melalui pembahasan tersebut, seorang muslim diteguhkan keyakinannya bahwa Allah SWT adalah Pencipta alam semesta.

2. Qismul Nubuwah (Ma’rifat al-Wasitah)

Bagian ini membahas peran para nabi dan rasul sebagai perantara antara Allah SWT dan manusia. Pembahasannya meliputi keimanan kepada para utusan-Nya, termasuk kitab-kitab yang diturunkan serta mukjizat yang diberikan kepada mereka.

3. Qismul Sam'iyat (Ma’rifat al Ma'ad)

Qismul Sam'iyat membahas mengenai perkara ghaib yang diketahui melalui dalil Al-Qur’an dan sunnah, seperti alam barzakh serta rangkaian peristiwa hari akhir. Pembahasannya sendiri mencakup kebangkitan, hisab, hingga balasan berupa surga dan neraka.

Baca juga: Khutbah Jumat Akhir Bulan Syawal yang Penuh Pesan Kebaikan

(RK)