Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat Akhir Bulan Syawal yang Penuh Pesan Kebaikan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah jumat akhir bulan syawal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah jumat akhir bulan syawal. Foto: Pexels

Bulan Syawal 1447 Hijriah akan segera berakhir. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, khususnya dalam menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadan.

Istiqamah hendaknya terus dijaga meskipun Ramadan telah berlalu. Pesan ini kerap disampaikan oleh khatib dalam khutbah Jumat sebagai pengingat agar kualitas ibadah tidak mengendur. Bagi yang sedang mencari referensi khutbah Jumat akhir bulan Syawal, berikut contoh teks yang dapat digunakan.

Khutbah Jumat Akhir Bulan Syawal

Ilustrasi khutbah jumat akhir bulan syawal. Foto: Pexels

Mengutip dari buku Koleksi Khutbah Jum'at Inspiratif untuk Pemula dan Umum: 40 Khutbah Pilihan & Hari Raya oleh Abdul Azis Muslim serta laman NU Online, berikut adalah teks khutbah Jumat akhir bulan Syawal:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.

Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada jamaah sekalian, juga kepada diri pribadi, agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Takwa dalam makna yang sesungguhnya adalah melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Semoga ketakwaan yang terus dijaga menjadi penolong di hari akhir kelak. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala,

Hari ini merupakan Jumat terakhir di bulan Syawal. Bulan yang datang setelah Ramadan, saat umat Islam ditempa melalui ibadah, pengendalian diri, serta peningkatan ketaatan.

Sebagaimana kewajiban beribadah kepada Allah di Ramadan, maka ketaatan juga harus dijaga pada bulan-bulan berikutnya. Orang-orang yang mampu menjaga istiqamah dalam ibadah itulah yang memperoleh keberuntungan, kebahagiaan, serta keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Fussilat ayat 30:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ۝٣٠

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Syawal menjadi waktu untuk melihat kembali perubahan yang telah terjadi. Apakah setelah Ramadan hati menjadi lebih sabar? Lisan lebih terjaga? Sikap lebih lembut? Atau justru kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik? Dalam banyak hadits, Rasulullah engaitkan erat antara iman dan akhlak. Akhlak yang baik adalah cerminan dari keimanan yang sempurna.

Rasulullah SAW bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ أَخْلَاقًا

Artinya, "Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Ahmad)

Jika sebelum Ramadan masih lalai, lalu setelahnya menjadi lebih taat, maka itu pertanda kebaikan. Jika sebelumnya sudah baik, maka setelah Ramadan seharusnya menjadi lebih baik lagi. Itulah tanda diterimanya amal ibadah.

Ibadah yang benar akan melahirkan perubahan. Jika lisan masih menyakiti, sikap masih sombong, maka perlu ada perbaikan dalam cara beribadah.

Manfaatkan sisa bulan Syawal untuk meneguhkan niat dan memperbaiki arah. Jangan biarkan semangat Ramadhan padam begitu saja. Teruskan iramanya dalam ibadah, dalam pergaulan, dan dalam perangai kita sehari-hari.

Jadilah pribadi yang tetap jujur meski tidak terlihat, tetap lembut meski disakiti, serta tetap istiqamah meski ujian datang silih berganti.

Semoga Allah menerima amal ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjadikan hamba-hamba yang benar-benar berubah setelah Ramadan. Bukan hanya tampilan, tapi sampai ke kedalaman hati dan perbuatan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلكم في الْقُرأنِ الْعَظِيم وَنَفَعَنِي وإيَّاكُم ِبما فيه من الأياتِ والذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاَوتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم

Baca Juga: 2 Khutbah Jumat Singkat Terbaru sebagai Referensi

(SA)