Konten dari Pengguna

Bagaimana Kandungan Garam Tambahan pada Daging Merah Berdampak pada Tubuh?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daging merah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daging merah. Foto: Unsplash

Daging yang berwarna merah saat masih mentah disebut sebagai daging merah. Warna merah ini berasal dari mioglobin, sejenis protein yang memberi rona merah tua pada daging. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi kadar mioglobin yang terkandung di dalamnya.

Sebutan daging merah bisa untuk jenis sapi, kambing, kelinci, dan domba. Daging tersebut dibedakan menjadi dua kategori, yakni daging merah segar dan daging merah olahan. Pada daging olahan umumnya sudah ditambahkan beberapa bahan tambahan, salah satunya adalah garam.

Garam ditambahkan pada daging merah saat proses pengasapan, pengawetan, atau pengasinan. Lantas, bagaimana kandungan garam tambahan pada daging merah berdampak pada tubuh? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut ini.

Nilai Gizi pada Daging Merah

Ilustrasi nilai gizi pada daging merah. Foto: Unsplash

Daging merah berasal dari mamalia non-unggas dan umumnya berwarna merah ketika masih mentah. Mengutip laman Healthline, daging ini kaya akan nutrisi penting, termasuk protein tinggi, vitamin B12, dan mineral seng yang berperan penting bagi kesehatan tubuh.

Protein yang terkandung dalam daging ini tergolong lengkap karena memuat seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan otot serta jaringan tubuh secara lebih optimal.

Selain itu, daging merah juga mengandung vitamin B12 yang berperan penting bagi kesehatan sistem saraf, serta mineral seng yang membantu menjaga kekebalan tubuh. Di sisi lain, kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.

Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa lemak jenuh tidak secara langsung menyebabkan penyakit jantung, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap berpotensi meningkatkan kadar LDL atau kolesterol “jahat”, sehingga perlu dikonsumsi secara seimbang.

Bagaimana Kandungan Garam Tambahan pada Daging Merah Berdampak pada Tubuh?

Ilustrasi bagaimana kandungan garam tambahan pada daging merah berdampak pada tubuh? Foto: Unsplash

Mengutip laman Science Direct, garam merupakan salah satu bahan tambahan penting yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Garam ini biasanya ditambahkan pada berbagai jenis makanan olahan, salah satunya adalah daging merah.

Kandungan garam tambahan pada daging merah umumnya berfungsi untuk memperkuat rasa, menjaga tekstur, sekaligus memperpanjang masa simpannya. Penambahan garam ini juga meningkatkan kadar natrium dalam daging, sehingga membuatnya menjadi lebih awet.

Namun, konsumsi daging merah dengan tambahan garam secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan lebih dari 150 gram daging olahan per minggu dapat meningkatkan risiko kematian dan penyakit jantung.

Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan jantung. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa garam tambahan pada daging merah meningkatkan tekanan darah dan memicu gangguan jantung.

Baca juga: Cara Merebus Daging Sapi Pakai Daun Pepaya agar Lebih Cepat Empuk

(RK)