Bagaimana Manusia Berburu pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia purba hidup berdampingan dengan alam dan memanfaatkan sumber daya secara langsung. Mereka bergantung pada hewan dan tumbuhan di sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kehidupan saat itu masih sangat sederhana karena kemampuan dan teknologi manusia masih terbatas. Kondisi ini membuat aktivitas berburu menjadi cara utama untuk memperoleh makanan.
Pertanyaannya, bagaimana manusia berburu pada masa berburu dan mengumpulkan makanan? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!
Bagaimana Manusia Berburu pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan?
Masa berburu dan mengumpulkan makanan (meramu) dibagi menjadi dua kategori, yakni tingkat sederhana dan lanjut. Lantas, bagaimana manusia berburu pada masa berburu dan mengumpulkan makanan?
Dikutip dari buku Modul Pembelajaran Sejarah Kelas X, Corak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Pra-aksara Indonesia oleh Suci Ayu Putri Apiyani, S.Pd., berikut penjelasannya:
1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana
Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana dikenal sebagai zaman Batu atau Paleolitikum. Pada masa ini, manusia menggunakan batu kasar sebagai alat utama untuk berburu dan mengolah makanan dari alam.
Kehidupan mereka sangat bergantung pada alam, sehingga bersifat nomaden atau berpindah-pindah mengikuti gerak hewan buruan dan sumber air.
2. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut
Selanjutnya, manusia memasuki masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, yaitu zaman Batu Tengah atau Mesolithikum. Meski masih berburu dan mengumpulkan makanan dari alam, manusia sudah mulai menggunakan alat dari tulang dan kulit untuk mempermudah aktivitas mereka.
Selain itu, mereka mengenal pembagian kerja di mana laki-laki berburu, sementara perempuan mengumpulkan makanan, memasak, dan mendidik anak. Hal ini menunjukkan perkembangan dalam cara manusia berburu.
Perkembangan tersebut membuat manusia mulai memiliki budaya menetap meskipun belum permanen, biasanya di goa-goa atau kawasan tepi pantai.
Baca Juga: Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara, Pola Hunian hingga Sistem Kepercayaan
Manusia Purba pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan di Indonesia
Di Indonesia, pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, terdapat tiga jenis manusia purba, yaitu:
1. Meganthropus Paleojavanicus
Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia raksasa dari Jawa. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Tulang pipi tebal.
Otot kunyah kuat.
Tonjolan kening mencolok.
Tidak memiliki dagu.
Perawakan tegap.
Memakan jenis tumbuhan.
2. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus Erectus adalah manusia kera yang berjalan tegak. Berikut ciri-ciri fisiknya:
Tinggi badan antara 165-180 cm, tegap tetapi tidak setegap Meganthropus.
Alat pengunyah dan otot-otot tengkuk tidak sekuat Meganthropus.
Geraham besar, rahang kuat, tonjolan kening tebal dan melintang pada dahi dari pelipis ke pelipis, serta tonjolan kepalanya terlihat jelas.
Tidak memiliki dagu.
Hidung lebar.
Perkembangan otaknya menyamai Homo.
3. Homo Sapiens
Homo Sapiens hidup sekitar 40.000 tahun lalu. Berikut ciri-cirinya:
Volume otak rata-rata 1350-1450 cc.
Badan tegap dengan tinggi antara 130-210 cm.
Berat badan antara 30-150 kg.
Alat pengunyah menyusut, gigi mengecil.
Muka tidak terlalu menonjol ke depan.
(NSF)
