Bagaimana Menerapkan Adaptasi Iklim di Sekolah dan Integrasinya ke SPAB?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumi merupakan tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup dan berbagai organisme di dalamnya. Atas dasar itu, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan suhu bumi dari dampak perubahan iklim yang dapat mengancam kelangsungan semua makhluk hidup.
Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap risiko bencana.
Lantas, bagaimana cara menerapkan adaptasi perubahan iklim di lingkungan sekolah dan mengintegrasikannya ke dalam SPAB? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)?
Mengutip laman Direktori Penanggulangan Bencana, program SPAB merupakan upaya untuk mencegah serta mengurangi dampak bencana di lingkungan satuan pendidikan. Pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019.
Kegiatan SPAB dilaksanakan pada tiga tahap, yaitu saat kondisi normal atau pra-bencana, saat darurat, serta pasca-bencana. Program ini memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya:
Meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam mengurangi risiko bencana.
Melindungi aset dan investasi pendidikan agar tetap aman dari dampak bencana.
Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar lebih tangguh terhadap bencana.
Memberikan perlindungan dan keselamatan bagi peserta didik serta tenaga pendidik.
Menjamin keberlanjutan layanan pendidikan saat dan setelah terjadi bencana.
Menyediakan layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi risiko di masing-masing wilayah.
Memulihkan kondisi sekolah pascabencana.
Mendorong kemandirian satuan pendidikan dalam pelaksanaan SPAB.
Bagaimana Anda Menerapkan Adaptasi Perubahan Iklim di Lingkungan Sekolah dan Mengintegrasikannya ke dalam SPAB?
Penerapan adaptasi perubahan iklim di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya ke dalam SPAB melalui tiga pilar utama yang dimilikinya. Mengacu pada video YouTube berjudul Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim ke dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pilar-pilar tersebut meliputi:
1. Fasilitas belajar yang lebih aman
Fasilitas belajar yang lebih aman merupakan upaya menciptakan lingkungan fisik sekolah yang tahan terhadap dampak perubahan iklim dan risiko bencana, yang mencakup:
Penataan bangunan sesuai potensi risiko iklim
Penyediaan sumber air bersih yang memadai
Penggunaan alat pemantau kondisi cuaca seperti curah hujan, tinggi muka air, dan arah angin
2. Manajemen penanggulangan bencana di satuan pendidikan dan kesinambungan pendidikan
Upaya ini dilakukan dengan:
Mengintegrasikan materi perubahan iklim ke dalam kurikulum
Melaksanakan simulasi tanggap darurat
Memanfaatkan informasi cuaca dalam kegiatan sekolah
Memberikan tugas terkait adaptasi dan mitigasi berbasis kondisi lingkungan
3. Pendidikan pengurangan risiko & resiliensi
Pada pilar ini, sekolah berupaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana sekaligus memperkuat ketahanan terhadap dampaknya. Caranya:
Identifikasi potensi risiko di lingkungan sekolah
Penguatan peran tim siaga bencana
Penyediaan akses informasi iklim
Integrasi upaya adaptasi dan mitigasi ke dalam rencana kerja sekolah agar berkelanjutan
Baca juga: Bagaimana Guru Dapat Mengoptimalkan MPI Melalui Papan Interaktif Digital?
(RK)
