Bagaimana Nilai-Nilai Ramah Lingkungan Diintegrasikan ke dalam Kurikulum?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk mendorong aksi jaga lingkungan guna memperlambat perubahan iklim, maka penanaman nilai-nilai ramah lingkungan perlu dilakukan sejak dini pada generasi muda. Penanamannya bisa dilakukan dengan menyiapkan materi khusus terkait hal tersebut dalam kurikulum.
Lantas, bagaimana materi atau nilai-nilai ramah lingkungan telah diintegrasikan ke dalam kurikulum atau mata pelajaran di satuan pendidikan? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Bagaimana Materi atau Nilai-Nilai Ramah Lingkungan Diintegrasikan ke dalam Kurikulum?
Pada dasarnya, setiap satuan pendidikan dapat menyusun sendiri metode untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran. Namun, jika butuh referensi, simak beberapa cara yang dikutip dari laman MTSN 8 Sleman berikut ini.
Membahas Isu Lingkungan dalam Mata Pelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Mengajarkan tentang ekosistem, siklus air, dampak perubahan iklim, dan informasi tentang alam lainnya.
Geografi: Membahas hubungan manusia dengan lingkungan, bagaimana perilaku manusia memengaruhi lingkungan, serta isu-isu global, seperti deforestasi dan urbanisasi.
Matematika: Menyajikan data lingkungan seperti tingkat polusi atau pengurangan emisi karbon sebagai studi kasus.
Seni dan Bahasa: Melibatkan murid dalam kampanye lingkungan melalui poster, puisi, pidato, atau kegiatan kesenian lainnya.
Mengerjakan Proyek Lingkungan
Sekolah dapat mengajak murid melakukan berbagai proyek berbasis lingkungan, seperti membuat kebun sekolah, praktik daur ulang, atau kampanye pengurangan penggunaan plastik. Kegiatan ini bisa memberikan murid pengalaman langsung tentang bagaimana menjaga lingkungan dan melihat hasil nyata dari usaha itu.
Kegiatan Ekstrakurikuler
Membentuk klub atau komunitas hijau yang fokus pada kegiatan konservasi, seperti penanaman pohon atau pembersihan sungai.
Melibatkan murid dalam kegiatan hari lingkungan internasional atau kampanye lokal.
Kerja Sama dengan Komunitas Lingkungan Lokal
Sekolah dapat bermitra dengan organisasi lingkungan untuk memberikan pelatihan atau seminar kepada murid.
Murid dapat dilibatkan dalam program pengabdian masyarakat yang berfokus pada lingkungan.
Manfaat Mengintegrasikan Nilai-Nilai Ramah Lingkungan dengan Kurikulum
Merujuk jurnal bertajuk Inovasi Kurikulum Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Terhadap Kelestarian Alam susunan Dharmaningtyas Sri Katon dkk, berikut ini beberapa manfaat menyelipkan materi lingkungan dalam pembelajaran yang sudah terbukti.
1. Meningkatkan pengetahuan murid tentang isu-isu lingkungan
Murid yang diajarkan tentang nilai-nilai lingkungan akan memiliki wawasan lebih dalam terkait kondisi dunia saat ini. Dharmaningtyas Sri Katon dkk. dalam jurnalnya menyebutkan bahwa guru yang mengajarkan mata pelajaran terkait lingkungan hidup melihat perubahan positif pada muridnya.
Murid jadi makin aktif berdiskusi mengenai topik-topik seperti perubahan iklim dan pentingnya energi terbarukan. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan berhasil meningkatkan pemahaman mereka terhadap isu-isu global yang memengaruhi kelestarian alam.
2. Mendorong perubahan sikap murid terhadap lingkungan
Selain peningkatan pengetahuan, perubahan sikap murid terhadap lingkungan juga terlihat. Banyak murid yang sebelumnya kurang peduli terhadap isu-isu lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan atau menggunakan sumber daya alam secara boros, mulai menunjukkan sikap lebih peduli.
Hal ini terungkap dalam jurnal Dharmaningtyas Sri Katon dkk. melalui wawancara dengan beberapa murid. Mereka menyatakan bahwa mereka kini lebih berhati-hati dalam mengelola sampah dan berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Baca Juga: OJK Gandeng Kemendikdasmen, Masukkan Literasi Keuangan Digital ke Kurikulum
(DEL)
