Konten dari Pengguna

Bagaimana Penerapan Pancasila Sebagai Dasar Negara Pada Masa Awal Kemerdekaan?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Foto: Shutterstock

Perjalanan bangsa Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai dasar negara tidak lepas dari berbagai rintangan. Sejak awal kemerdekaan, Pancasila yang dipilih menjadi falsafah hidup bangsa menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah upaya penggantian dasar negara Indonesia tersebut.

Dalam penerapan Pancasila sebagai dasar negara pada awal kemerdekaan, timbul sejumlah upaya untuk menggantinya dengan ideologi lain. Upaya penggantian Pancasila sebagai dasar negara tersebut tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari masyarakat Indonesia.

Garuda Pancasila. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah upaya untuk mengganti Pancasila pada awal kemerdekaan.

Pemberontakan PKI

Pada tanggal 18 September 1948 di Madiun, Jawa Timur, muncul pemberontakan yang dipimpin Muso. Pemberontakan ini memiliki tujuan utama mendirikan Negara Soviet Indonesia yang berideologi komunis. Artinya, ada upa mengganti dasar negara Pancasila dengan paham komunis. Pada akhirnya, pemberontakan ini dapat digagalkan.

Pemberontakan DI/TII

Pemberontakan yang dipimpin Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo ini ditandai dengan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Kartosuwiryo mendirikan negara tersebut pada tanggal 7 Agustus 1949 dengan tujuan mengganti Pancasila dengan syari'at Islam.

Upaya untuk melawan pemberontakan ini memakan waktu yang cukup lama. Kartosuwiryo bersama para pengikutnya baru bisa ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962.

Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan (RMS) menjadi sebuah gerakan pemberontakan yang dipimpin Christian Robert Steven Soumokil. Ia mendirikan negara RMS pada 25 April 1950 yang meliputi Pulau Seram, Ambon, dan Buru.

RMS Ambon berhasil ditaklukkan militer Indonesia pada November 1950, namun konflik masih berlanjut di wilayah Seram hingga Desember 1963. Kekalahan di Ambon membuat pemerintahan RMS harus mengungsi ke wilayah Seram. Hal ini juga membuat RMS mendirikan pemerintahan dalam pengasingan di Belanda pada tahun 1966.

Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta)

Persemesta dipimpin Sjafruddin dan Ventje Sumual pada tahun 1957-1958 di Sumatera dan Sulawesi. Gerakan ini menganggap pemerintah pusat telah melanggar undang-undang dan pemerintahan sentralistis yang maksudnya adalah pembangunan di daerah menjadi terabaikan serta memunculkan ketidakadilan dalam pembangunan. Karena itu, Persemesta muncul dengan tujuan memperbaiki pemerintahan di Indonesia.

Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)

APRA merupakan milisi yang didirikan Kapten KNIL Raymond Wersterling pada 15 Januari 1949. Wersterling memandang dirinya sebagai "Ratu Adil" yang telah diramalkan akan membebaskan Indonesia dari tirani.

Gerakan ini memiliki tujuan untuk mempertahankan bentuk negara federal di Indonesia dan memiliki tentara sendiri bagi negara-negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Pemberontakan yang dilakukan APRA dimulai pada 23 Januari 1950 dengan mengirimkan serangan dan menduduki kota Bandung serta menguasai markas Staf Divisi Siliwangi.

Perlawanan ini dapat digagalkan dengan usaha APRIS dan Mohamad Hatta yang berhasil melakukan perundingan dengan Komisi Tinggi Belanda. Hal tersebut mempercepat pembubaran RIS dan kembali pada bentuk NKRI pada 17 Agustus 1950.

(DNA)