Konten dari Pengguna

Bagaimana Praktik Pembelajaran yang Mencerminkan Integrasi KBC dan PM?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siswa membaca Al-Qur'an. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siswa membaca Al-Qur'an. Foto: Unsplash

Pelaksanaan pembelajaran di madrasah kini diterapkan adanya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM). Tujuan pendekatan tersebut adalah meningkatkan kualitas belajar sekaligus membentuk akhlak siswa yang mulia.

Implementasi keduanya dapat ditemukan dalam kegiatan belajar sehari-hari, baik di dalam maupun luar kelas. Setiap materi pelajaran dapat memuat nilai-nilai KBC sekaligus pendekatan PM secara terpadu.

Pertanyaannya, menurut Anda, bagaimana praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi KBC dan PM? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu KBC dan PM?

Ilustrasi siswa belajar. Foto: Unsplash

Kementerian Agama menerbitkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 mengenai Pedoman Implementasi Kurikulum pada Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, serta Madrasah Aliyah Kejuruan.

Keputusan tersebut menjadi landasan bagi setiap satuan pendidikan dalam melaksanakan kurikulum yang menekankan Kurikulum Berbasis Cinta )KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM).

1. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

KBC merupakan kurikulum yang menempatkan nilai cinta sebagai fondasi utama pendidikan. Tujuannya adalah membentuk generasi yang toleran, inklusif, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

KBC mengintegrasikan nilai cinta kepada Allah SWT, Rasul, diri sendiri, sesama manusia, serta alam. Dalam penerapannya, kurikulum ini dapat menggunakan berbagai pendekatan, termasuk Pembelajaran Mendalam.

2. Pembelajaran Mendalam (PM)

Pembelajaran Mendalam (PM) atau deep learning merupakan pendekatan yang berfokus pada kedalaman pemahaman serta pengalaman belajar siswa. Proses internalisasi nilai dilakukan dalam pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), menghadirkan pembelajaran yang bermakna (meaningful), sekaligus menyenangkan (joyful).

Kesimpulannya, PM dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran, sedangkan KBC merupakan kurikulum berbasis nilai yang dalam implementasinya dapat memanfaatkan berbagai strategi pembelajaran.

Praktik Pembelajaran yang Mencerminkan Integrasi KBC dan PM

Ilustrasi siswa. Foto: Unsplash

Mengacu pada buku Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah oleh Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, berikut contoh praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi KBC dan PM.

1. Pembiasaan Salat Dhuha

  • Materi integrasi KBC: Dalam pembiasaan salat Dhuha, peserta didik diberi kesempatan untuk menanamkan nilai cinta kepada Allah dan Rasul serta cinta pada diri sendiri. Kegiatan ini dilakukan dengan kesadaran penuh guna memperdalam hubungan spiritual, menumbuhkan rasa syukur, serta menghadirkan kebahagiaan dalam diri mereka.

  • Pendekatan PM: Peserta didik melaksanakan salat Dhuha secara sadar (mindful). Setelah selesai, guru mengajak refleksi (meaningful) dengan menggali perasaan yang muncul serta makna dari doa yang dipanjatkan. Selanjutnya peserta didik diarahkan untuk mempraktikkan akhlak terpuji dalam keseharian seperti membantu teman, menjaga hubungan baik, serta berbagi ilmu secara menyenangkan (joyful).

2. Menjaga Eksosistem Sekitar

  • Materi integrasi KBC: Materi ini menguatkan nilai cinta kepada Allah SWT, Rasul, serta lingkungan. Setelah pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan pengertian ekosistem serta tumbuh kesadaran untuk menjaga keseimbangan alam dan menghargai keberagaman makhluk hidup.

  • Pendekatan PM: Guru menayangkan video atau foto keindahan ekosistem di Indonesia. Peserta didik diajak menjawab pertanyaan reflektif tentang keseimbangan alam sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT. Mereka mengamati peran setiap makhluk hidup lalu berdiskusi mengenai cara menjaga lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi untuk menyelidiki dampak pencemaran terhadap ekosistem serta merumuskan cara mengatasinya.

Baca Juga: Apa Peran Utama Keluarga dalam Mendukung Perkembangan Janin yang Optimal?

(SA)