Konten dari Pengguna

Bagaimana Sikap Orang yang Meyakini Adanya Kematian? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kematian. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kematian. Foto: Unsplash

Setiap manusia telah ditetapkan empat perkara saat masih berada dalam kandungan usia empat bulan, yaitu rezeki, kematian, amal, serta nasibnya. Kematian menjadi salah satu ketetapan yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa tanpa terkecuali.

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT dan akan kembali lagi kepada-Nya. Meski sudah dipastikan tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari kematian, semuanya tetap berharap bisa memiliki akhir yang baik.

Karena itu, manusia perlu memiliki keyakinan serta kesiapan dalam menghadapi kematian. Lalu, bagaimana sikap orang yang meyakini adanya kematian? Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut ini.

Bagaimana Sikap Orang yang Meyakini Adanya Kematian?

Ilustrasi bagaimana sikap orang yang meyakini adanya kematian? Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Fiqih Kematian: Proses Biologis dan Implikasinya Bagi Kehidupan oleh Nurliana (2025), kematian dipahami sebagai terputusnya hubungan antara ruh dan jasad, serta perpindahan manusia dari satu alam menuju alam yang lain. Perpisahan tersebut menjadi gerbang menuju kehidupan baru setelah dunia.

Dalam pandangan Islam, kematian merupakan ketentuan Allah SWT yang pasti dialami setiap makhluk-Nya. Orang yang meyakini adanya kematian akan menganggap hidup sebagai kesempatan terbatas untuk memperbanyak amal kebaikan dan beribadah kepada Allah SWT.

Hal ini akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak serta berusaha menjalani hidup yang bermanfaat bagi sesama. Sebab, setiap amal dan perbuatan yang dilakukan selama di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi kematian.

  • Senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya

  • Bersemangat dalam beribadah untuk memperbanyak bekal akhirat

  • Bersikap dermawan dan rutin bersedekah sebagai tabungan akhirat

  • Menjauhi segala bentuk kemaksiatan

  • Berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain

Ciri-ciri Orang yang Mendekati Kematian

Ilustrasi ciri-ciri orang yang mendekati kematian. Foto: Unsplash

Mengacu pada buku Mamonisme Doridungga hingga B.J. Habibie dalam Diksi Bermada Cinta karya Maman A. Majid Binfa, berikut beberapa tanda atau ciri seseorang yang akan meninggal, khususnya ketika berada dalam kondisi sakit.

1. Seluruh tubuh menggigil

Sekitar 100 hari menjelang kematian, tubuh seseorang dapat merasakan menggigil hebat setelah waktu Ashar, mulai dari ujung kepala hingga kaki. Namun, tanda ini tidak dialami oleh orang yang lalai dan tidak memikirkan kematian.

2. Pusar berdenyut kencang

Sekitar 40 hari sebelum kematian, seseorang dapat merasakan denyutan kuat pada bagian pusar setelah waktu Ashar. Ini disebut sebagai tanda bahwa ajal sudah semakin dekat dan malaikat maut mulai bersiap menjemput.

3. Dahi berdenyut kencang

Sekitar tiga hari sebelum kematian, seseorang dapat merasakan denyutan di tengah dahi. Dalam beberapa pandangan, tanda ini harus direspons dengan memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa agar kondisi tubuh lebih bersih.

4. Mata sayu dan hidung tampak berubah

Menjelang kematian, mata seseorang terlihat redup dan tidak bercahaya, terutama pada orang yang sedang sakit. Wajahnya juga tampak berubah, seperti bagian hidung dan sisi wajah yang terlihat lebih tirus dan layu.

5. Kaki sulit ditegakkan

Menjelang kematian, kaki yang diluruskan akan terasa lemah dan sulit ditegakkan kembali.

6. Ubun-ubun berdenyut kencang

Sekitar satu hari sebelum kematian, seseorang dapat merasakan denyutan di bagian belakang kepala atau ubun-ubun, yang menandakan waktu hidupnya semakin dekat.

7. Tubuh terasa dingin dari pusar ke atas

Pada hari kematian, muncul rasa dingin dari area pusar yang menjalar ke pinggang hingga leher. Dalam kondisi ini, dianjurkan untuk mengucapkan kalimat syahadat dan berserah diri kepada Allah.

Baca juga: Ceramah Ramadhan Singkat tentang Mengingat Kematian adalah Obat Terbaik

(RK)