Bagaimana Upacara Adat Belok Akhir di Flores Berlangsung?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Flores, terdapat beragam upacara adat yang masih dilestarikan hingga kini. Salah satunya upacara adat Belo Ahik atau dikenal juga sebagai Belok Akhir. Tradisi ini dilakukan setelah masyarakat selesai membangun, merenovasi, atau memperbaiki rumah adat.
Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas kelancaran proses pembangunan atau renovasi tersebut. Pelaksanaannya melibatkan berbagai prosesi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Penasaran dengan bagaimana upacara adat Belok Akhir di Flores berlangsung? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Bagaimana Upacara Adat Belok Akhir di Flores Berlangsung?
Hingga kini, upacara Belok Akhir masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Dalam pelaksanaannya, masyarakat mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai persembahan, seperti makanan tradisional khas daerah.
Upacara ini juga diiringi doa serta ritual adat tertentu yang sakral. Berdasarkan buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III Kurikulum Merdeka oleh Amalia Fitri, dkk., berikut tahapan prosesi upacara Belo Ahik atau Belok Akhir di Flores:
1. Menetapkan Waktu
Ketika rumah adat mulai rusak, masyarakat akan melakukan perbaikan secara bersama-sama. Setelah proses pembangunan, renovasi, atau perbaikan selesai, barulah dilaksanakan ritual Belo Ahik atau Belok Akhir. Para tetua adat kemudian bermusyawarah untuk menentukan waktu pelaksanaan upacara.
2. Menyembelih Hewan
Setelah waktu ditetapkan, masyarakat mulai menyiapkan berbagai kebutuhan upacara. Setiap suku di Desa Ratulodong membawa hewan untuk disembelih, seperti kambing atau babi. Umumnya, disiapkan sekitar sebelas ekor hewan untuk keperluan ritual adat tersebut.
3. Pembagian Makanan kepada Masyarakat
Hewan yang telah disembelih kemudian dimasak menjadi berbagai hidangan. Makanan tersebut dibagikan kepada seluruh warga, terutama anak yatim, janda, dan masyarakat kurang mampu. Selain itu, upacara juga dimeriahkan dengan tarian tradisional, nyanyian adat, serta penyajian makanan khas Flores sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan.
Tujuan Upacara Adat Belok Akhir di Flores
Upacara ini memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Flores. Dalam buku Mengasah Talenta Anak Berkebutuhan Khusus: Optimalisasi Potensi Dengan Game Dan Alat Edukasi (Genta) Berbasis Cerita Kampung Halaman oleh Elly Sukmanasa, dkk, disebutkan bahwa tujuan upacara ini antara lain:
Sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang.
Memperkuat ikatan sosial dan budaya antarwarga.
Memohon hasil panen yang melimpah serta perlindungan dari bahaya.
Menanamkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan penghormatan terhadap tradisi kepada generasi muda.
Menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang memperkaya tradisi masyarakat Flores.
Baca Juga: Contoh Cerita Pengalaman Membantu Peserta Didik Menguatkan Kemampuan Numerasi
(SA)
