Contoh Cerita Pengalaman Membantu Peserta Didik Menguatkan Kemampuan Numerasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu pertanyaan reflektif yang diajukan dalam modul 4 topik Meningkatkan Kompetensi Numerasi di Satuan Pendidikan adalah ceritakan pengalaman Anda dalam membantu peserta didik dalam menguatkan kemampuan numerasi mereka.
Sebagai informasi, numerasi merupakan kemampuan memahami, menggunakan, dan menalar informasi yang berkaitan dengan angka maupun data dalam berbagai konteks kehidupan.
Setiap guru tentunya memiliki cara berbeda dalam mengajarkan materi numerasi di kelasnya. Sebagai referensi untuk menjawab pertanyaan reflektif tersebut, berikut ini beberapa gambaran pengalaman dari berbagai sudut pandang guru yang menarik untuk disimak.
Ceritakan Pengalaman Anda dalam Membantu Peserta Didik Menguatkan Kemampuan Numerasi Mereka
Dikutip dari buku Numerasi Kelas Awal Penerapan Dalam Kelas (2019) oleh INOVASI Kemitraan Australia Indonesia, numerasi dapat diterapkan secara kreatif di berbagai mata pelajaran, tidak terbatas pada matematika saja. Setiap guru dapat menguatkan kemampuan berhitung dan bernalar peserta didik melalui konteks yang relevan dengan bidang ajarnya.
Ada tiga tingkatan kompetensi numerasi yang perlu dikuasai peserta didik, yaitu mengetahui, menerapkan, dan menalar. Ketiga tingkatan ini menjadi acuan dalam merancang aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir secara numerik.
Penguatan kemampuan numerasi juga tidak selalu membutuhkan soal tertulis atau ujian formal. Ada banyak aktivitas alternatif yang bisa dilakukan, mulai dari permainan berbasis data, proyek pengukuran di lapangan, hingga diskusi interpretasi grafik dari berita aktual.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh jawaban reflektif berdasarkan sudut pandang guru dari berbagai mata pelajaran:
Guru PJOK: Mengajak peserta didik menghitung kebutuhan gizi harian berdasarkan data tinggi dan berat badan. Aktivitas ini melatih kemampuan membaca tabel angka kecukupan gizi dan mengaitkan data dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Bahasa Inggris: Membantu peserta didik menguatkan numerasi melalui pembelajaran numerals atau kata bilangan. Misalnya, peserta didik diminta menyebutkan angka, membilang, serta mengungkapkan data dan operasi hitung dalam bahasa Inggris.
Guru IPA: Mengintegrasikan numerasi melalui kegiatan pengukuran, pengolahan data hasil eksperimen, hingga interpretasi grafik percobaan. Dengan begitu, peserta didik terlatih membaca data dan menarik kesimpulan berbasis angka.
Guru IPS: Memanfaatkan data statistik kependudukan atau grafik pertumbuhan ekonomi sebagai bahan diskusi kelas. Peserta didik diajak membaca, menafsirkan, dan menyimpulkan informasi dari data yang tersaji.
Guru Bahasa Indonesia: Menggunakan teks berita atau infografis yang memuat data angka sebagai bahan bacaan. Peserta didik diminta mengidentifikasi informasi numerik dan menjelaskan maknanya dalam konteks teks tersebut.
Baca juga: Apakah Anda Sudah Mengetahui tentang Pendidikan dalam Situasi Darurat?
(FHK)
