Konten dari Pengguna

Bahtera Nabi Nuh di Turki, Apakah Sudah Terbukti? Ini Informasinya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Formasi Durupinar diduga merupakan tempat peristirahatan Bahtera Nuh di dekat Gunung Ararat. Foto: alex9330/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Formasi Durupinar diduga merupakan tempat peristirahatan Bahtera Nuh di dekat Gunung Ararat. Foto: alex9330/Shutterstock

Belakangan ini, penemuan bahtera Nabi Nuh di Turki jadi perbincangan yang ramai di media sosial. Diskursus ini lahir dari berita sejumlah peneliti yang memulai proyek di Situs Durupinar, sebuah formasi berbentuk perahu yang terletak di dekat Gunung Ararat.

Dikutip dari laman News Week, peneliti yang terdiri dari arkeolog, geolog, dan ilmuwan tanah itu melakukan pengeboran ke Formasi Durupinar untuk mengumpulkan sampel inti. Mereka menggunakan drone Gopher, sebuah robot bawah tanah yang dirancang untuk pergi ke tempat yang tidak dapat dijangkau manusia.

Lantas, apakah benar formasi tersebut adalah sisa bahtera Nabi Nuh yang terdampar akibat banjir besar ribuan tahun lalu? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Bahtera Nabi Nuh di Turki, Apakah Sudah Terbukti?

Ilustrasi replika kapal Nabi Nuh Foto: JOHN KEMP

Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans, yang berperan penting dalam riset ini menjelaskan bahwa telah ditemukan bukti yang mengidentifikasi bahwa Formasi Durupinar bukanlah fenomena alam dari batu kapur atau batuan.

Bukti itu dikumpulkan dari proses penggalian yang menggunakan alat-alat canggih. Selain drone Gopher, berikut ini teknologi lain yang mereka gunakan untuk menggali:

  • Koordinat GPS presisi

  • Perangkat pemodelan digital 2D dan 3D

  • Teknik pengeboran inti

  • Pemindaian electrical resistivity tomography (ERT)

  • Teknologi ground penetrating radar (GPR) berpresisi tinggi

“Sejauh ini kami telah menemukan lapisan material organik yang kaya, yang kami yakini sebagai sisa-sisa lapisan atas Bahtera yang telah membusuk,” kata Jones, dikutip dari News Week.

“Belum ada batuan dasar atau batu kapur padat yang teridentifikasi di lubang-lubang yang dibor di dalam formasi tersebut. Temuan saat ini menantang klaim bahwa ini hanyalah bentuk alami yang terbuat dari batu kapur atau batuan dasar," terangnya.

Temuan inilah yang membuat masyarakat berasumsi bahwa bahtera Nabi Nuh telah ditemukan di Turki. Namun, Jones menekankan bahwa mereka masih melakukan penelitian lebih lanjut.

Dalam proses penelitian ini, belum ada sampel yang diidentifikasi resmi sebagai kayu purba atau semacamnya. Sebab, semuanya masih dalam proses pengujian di laboratorium.

“Ketika saya mengatakan dalam siaran pers kami bahwa lapisan-lapisan ini bisa jadi merupakan sisa-sisa lapisan atas Bahtera yang telah lapuk, saya sedang menjelaskan hipotesis yang sedang kami uji, bukan sebuah temuan,” tekan Jones.

Pemimpin penggalian tersebut, Prof. Dr. Cenker Atila, juga menyebut mereka masih akan meneliti temuan di situs secara lebih lanjut.

“Kami melakukan pengujian untuk menentukan apakah sampel yang diperoleh dari lokasi penggalian merupakan sisa-sisa organik (makhluk hidup),” kata Atila, dikutip dari Anadolu.

Proses pengujian ini menggunakan metode penanggalan karbon, dan kemungkinan akan selesai dalam 2-3 bulan. Jadi, belum ada kepastian bahwa Formasi Durupınar merupakan sisa bahtera Nabi Nuh. Oleh karena itu, pernyataan bahwa bahtera Nabi Nuh telah ditemukan itu tidak tepat.

Baca Juga: Kisah Nuh dalam Alkitab, Pembuat Bahtera yang Selamat dari Banjir Besar

(DEL)