Batas Shalat Dzuhur Berdasarkan Alquran dan Hadits Yang Perlu Diketahui

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui batas waktu sholat dzuhur dan sholat wajib lainnya menjadi hal penting yang harus diperhatikan umat Islam. Sebab, hal ini bisa mendatangkan kecintaan Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Ya Rasulullah, perbuatan apa yang paling dicintai Allah? Beliau pun menjawab,” Sholat tepat pada waktunya.” (HR. Bukhari).
Dalam jurnal berjudul Sholat Tepat Waktu oleh Muhsin Haryanto, para ulama berpendapat, kata 'tepat waktu' dalam hadits tersebut merujuk pada makna interval waktu shalat yang dijelaskan dalam Alquran dan Sunnah.
Mereka sepakat bahwa Islam memberikan kebebasan kepada umatnya untuk melaksanakan shalat dari awal waktu hingga batas akhir yang telah ditentukan. Lantas, kapan batas shalat dzuhur berakhir?
Batas Shalat Dzuhur
Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin, batas shalat dzuhur adalah saat matahari mulai condong ke arah barat sampai bayangan suatu benda menjadi sama panjang dengan benda tersebut.
Para ahli fiqih memperkirakan waktu tersebut terjadi pada pukul 12.00-15.00 siang. Hal serupa disampaikan oleh Ustadz Firanda Andirja melalui ceramah singkatnya dalam Channel Youtube Taman Surga.
Dalam ceramahnya, beliau menuturkan bahwa waktu masuknya shalat dzuhur dimulai setelah tergelincirnya matahari dari tengah langit ke arah barat.
Pada saat itu, bayangan akan bergerak mengikuti arah matahari. Saat bayangan sudah sejajar atau sama panjangnya dengan benda, maka waktu shalat dzuhur telah berakhir.
Bicara soal waktu shalat, hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam hadist Abu Daud yang dikutip dari buku Pembinaan Ibadah Shalat oleh Endang Switri, dkk. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:
“Saya telah dijadikan imam oleh Jibril di Baitullah dua kali, maka ia sholat bersama saya. Sholat dhuhur ketika tergelincir matahari, sholat asar ketika bayang-bayang sesuatu menyamainya,
sholat maghrib ketika terbenam matahari, sholat isya ketika terbenam syafaq (mega merah), dan sholat subuh ketika fajar bercahaya.” (HR. Abu Daud)
Untuk meraih keutamaan pahala, umat Muslim hendaknya menunaikan shalat di waktu yang telah ditentukan. Dalam Islam, shalat dikerjakan lima waktu dalam sehari. Bila dikerjakan secara tepat waktu, dapat menghapuskan segala dosa.
Dikutip dari Buku Pintar Hadits Edisi Revisi oleh Syamsul Rijal Hamid, berikut adalah keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
"Rasulullah SAW bersabda, 'Ceritakanlah kepadaku seandainya ada sebuah sungai membantang di depan rumah seseorang di antara kalian. Lalu ia mandi di sungai itu setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih tersisa suatu kotoran yang melekat pada tubuhnya?'
Para sahabat menjawab, 'Tentu tidak ada satu kotoran pun yang tersisa pada tubuhnya.' Kemudian Rasulullah bersabda, 'Demikian perumamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala dosa dengan sholat lima waktu tersebut.'” (HR. Lima Ahli Hadist, Kecuali Abu Daud)
Hadits di atas menjelaskan bahwa shalat lima waktu dalam sehari diumpamakan dengan mandi sebanyak lima kali, sehingga tubuh senantiasa dalam keadaan bersih.
Sama halnya jika mengerjakan shalat lima waktu dengan tepat waktu, amalan itu dapat menjadi penghapus dosa secara terus-menerus.
Batas Waktu Sholat Dzuhur Berdasarkan Hadis
Waktu sholat dzuhur memiliki aturan yang ditetapkan oleh syariat dan batas waktu yang jelas. Batas waktu sholat dzuhur dimulai setelah tergelincirnya matahari dari tepi puncaknya hingga sebelum masuk waktu sholat ashar.
Batas waktu sholat dzuhur tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad bersabda:
"Waktu sholat dzuhur dimulai setelah tergelincirnya matahari dari tepi puncaknya." (HR. Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa batas waktu sholat dzuhur dimulai setelah matahari tergelincir dari posisi tertinggi di langit. Pada saat itu, matahari mulai menurun menuju barat.
Dalam hadis lainnya yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-As, Rasulullah bersabda:
"Sholat dzuhur adalah ketika bayang-bayang seseorang sama panjangnya dengan tinggi dirinya, hingga tergelincir matahari." (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa batas waktu sholat dzuhur berakhir ketika bayangan seseorang mencapai panjang yang sama dengan tinggi tubuhnya. Setelah itu, waktu sholat dzuhur berakhir begitu matahari tergelintir dan masuk waktu sholat ashar.
Hadis lainnya juga menyebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:
"Sholat dzuhur hingga bayangan menjadi dua kali tinggi benda." (HR. Muslim)
Hadis tersebut menerangkan bahwa batas waktu sholat dzuhur berakhir ketika bayangan objek mencapai dua kali tinggi objek tersebut. Ini menjadi tanda bahwa waktu sholat dzuhur berakhir.
Berdasarkan hadis-hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa batas waktu sholat dzuhur dimulai setelah tergelincirnya matahari dari tepi puncaknya dan berakhir sebelum waktu sholat ashar dimulai.
Bacaan Niat Sholat Dzuhur
Setelah mengetahui batas waktu sholat dzuhur, berikut adalah bacaan niat sholat dzuhur yang perlu diketahui umat Muslim sebelum menunaikan ibadah ini.
1. Niat Sholat Dzuhur Munfarid/Sendiri
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli fardhol zuhri arba'a roka'aati mustaqbilal qiblati adaa an lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Dzuhur Berjamaah sebagai Imam
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli fardhol zuhri arba’a roka’atin mustaqblilal-qiblati adaa an imaman lillahi ta’aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala."
3. Niat Sholat Dzuhur Berjamaah sebagai Makmum
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Usholli fardhol zuhri arba'a roka'aati mustaqbilal qiblati adaa an ma'muuman lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Baca Juga: Cara Mengqodho Sholat Dzuhur di Waktu Ashar bagi Umat Muslim
Tata Cara Sholat Dzuhur
Sholat dzuhur merupakan sholat wajib empat rakaat yang harus dikerjakan oleh semua umat Muslim. Dikutip dari Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap oleh Abdul Kadir Nuhuyanan, dkk., (2002: 50-51), berikut adalah tata cara sholat dzuhur yang perlu diketahui.
Melafalkan niat sholat dzuhur.
Melakukan takbiratul ihram (mengangkat kedua tangan setara bahu sambil bertakbir untuk memulai sholat).
Membaca doa iftitah.
Berikut bacaan doa ifititah yang bisa dilafalkan:
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa.
Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin.
Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang Muslim."
Membaca surat Al-Fatihah.
Membaca salah satu surat di dalam Alquran. Dianjurkan pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.
Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali.
Berikut bacaan tasbihnya:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal 'azhiimi wabihamdih.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan Maha Terpuji."
Iktidal sambil membaca bacaannya.
Berikut bacaan iktidal:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbana lakal hamdu mil 'us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya: "Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu."
Sujud pertama sambil membaca tasbih tiga kali.
Berikut bacaan tasbihnya:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi.
Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Duduk di antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
Berikut bacaan duduk di antara dua sujud:
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."
Sujud yang kedua sambil membaca tasbih tiga kali.
Berikut bacaan tasbihnya:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi.
Artinya: "Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya."
Setelah rakaat pertama usai dikerjakan, selanjutnya bangkit kembali untuk melakukan rakaat kedua sama seperti cara yang telah disampaikan.
Duduk tasyahud awal.
Setelah rakaat kedua selesai dikerjakan, selanjutnya Anda melaksanakan duduk tasyahud atau tahiyat awal. Berikut bacaannya:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh.
Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad).
Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad."
Setelah selesai tasyahud awal, selanjutnya bangkit kembali untuk melakukan rakaat ketiga dan keempat dengan cara yang sama.
Duduk tasyahud akhir.
Setelah rakaat keempat selesai dikerjakan, selanjutnya Anda melaksanakan duduk tasyahud akhir. Berbeda dengan duduk tasyahud awal, adapun posisi kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Berikut bacaannya:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Kamaa shallaita 'alaa sayyidina Ibraahima wa 'alaa aali sayiidinaa Ibraahimm wabaarik 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahim fil'aala miina innaka hamiidun majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad.
Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya.
Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia."
Mengucap salam.
Setelah melaksanakan tasyahud akhir, selanjutnya mengucap salam untuk mengakhiri sholat. Berikut bacaan salamnya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Assalaamu alaikum wa rahmatullah.
Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
Demikian penjelasan mengenai batas waktu sholat dzuhur hingga tata cara pelaksanaan sholatnya yang bisa dipahami umat Muslim.
(MSD & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa bacaan niat sholat dzuhur sendiri?

Apa bacaan niat sholat dzuhur sendiri?
Berikut bacaan niatnya: Usholli fardhol zuhri arba'a roka'aati mustaqbilal qiblati adaa an lillahi ta'aalaa.
Bagaimana hadits anjuran tentang shalat tepat waktu?

Bagaimana hadits anjuran tentang shalat tepat waktu?
“Ya Rasulullah, perbuatan apa yang paling dicintai Allah? Beliau pun menjawab,” Sholat tepat pada waktunya.” (HR. Bukhari).
Kapan batas sholat dzuhur berakhir?

Kapan batas sholat dzuhur berakhir?
Batas waktu sholat dzuhur berakhir ketika bayangan seseorang mencapai panjang yang sama dengan tinggi tubuhnya. Setelah itu, waktu sholat dzuhur berakhir begitu matahari tergelintir dan masuk waktu sholat ashar.
