Konten dari Pengguna

Begini Cara Memilih Imam Shalat yang Sesuai Ajaran Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

cara memilih imam, foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
cara memilih imam, foto: Unsplash

Saat akan melaksanakan shalat secara berjamaah, umat Muslim harus menunjuk seseorang untuk menjadi imam. Cara memilih imam shalat tidak bisa dilakukan sembarangan, harus sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Mengutip buku Belajar Shalat Berjamaah karya M Farid, imam adalah orang yang memimpin pelaksanaan shalat berjamaah. Ada banyak dalil yang dapat dijadikan sebagai dasar saat ingin menunjuk imam dalam shalat berjamaah, salah satunya adalah hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Sa'id Al-Khudri. Rasulullah bersabda:

“Jika berkumpul tiga orang maka hendaklah salah satu dari mereka menjadi imam, dan yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling bagus bacaannya." (HR. Muslim Nomor 672)

Lalu, bagaimana cara memilih imam shalat yang benar dalam Islam?

Cara Memilih Imam Shalat dalam Islam

Cara memilih imam, foto: Unsplash

Mengutip buku Etika Beribadah Berdasarkan Alquran dan Sunnah karya Samsul Munir Amir, imam shalat memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas serta kesempurnaan shalat berjamaah. Oleh karena itu, penunjukkan sosok imam shalat harus sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

Ada 4 cara memilih imam shalat sesuai ajaran Islam, yakni:

1. Orang yang Paling Fasih Bacaan Alqurannya

Rasulullah SAW bersabda: "Yang menjadi imam shalat bagi manusia adalah yang paling baik bacaan Al Qurannya." (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa orang yang berhak ditunjuk menjadi Imam adalah orang yang memiliki bacaan Alquran yang fasih. Pasalnya, seorang imam akan memimpin makmumnya saat membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pilihan dalam shalat.

2. Orang yang Paling Banyak Pengetahuan Agamanya

Orang dengan pengetahuan agama yang luas adalah orang yang mengerti tentang hukum dan tata cara shalat yang benar. Sehingga, mereka dapat menuntun makmumnya untuk melakukan shalat sesuai dengan hukum Islam.

Rasulullah SAW bersabda: "Rahasia diterimanya shalat kamu adalah yang menjadi imam (seharusnya) ulama di antara kalian, karena para ulama merupakan wakil kalian kepada Tuhan kalian." (HR. At-Thabrani)

3. Orang yang Paling Tua Usianya

Rasulullah SAW bersabda: "Jamaah diimami oleh orang yang lebih pandai membaca kitab Allah. Jika sama-sama pandai dalam membaca kitab Allah maka yang lebih tua." (HR. Muslim)

Hadits ini menganjurkan untuk menunjuk orang yang paling tua sebagai imam shalat. Hal ini dikarenakan, orang yang sudah tua pada umumnya memiliki tingkat kekhusyuan shalat lebih baik.

4. Tuan Rumah atau Pemilik Rumah

Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seseorang mengimami seseorang di dalam rumah orang yang diimaminya atau di dalam pemerintahannya." (HR. Muslim)

Apabila seorang Muslim sedang bertamu ke rumah seseorang dan hendak melakukan shalat berjamaah, maka orang yang berhak untuk menjadi imam adalah tuan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada tuan rumah. Namun, jika tuan rumah mengizinkan orang lain untuk menjadi imam, maka itu diperbolehkan.

Frequently Asked Question Section

Apa itu imam shalat?
chevron-down

Imam adalah orang yang memimpin pelaksanaan shalat berjamaah.

Siapa yang tidak boleh dijadikan sebagai imam shalat?
chevron-down

Orang yang belum baligh.

Mengapa tiak boleh sembarang dalam menunjuk imam shalat?
chevron-down

Imam shalat memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas serta kesempurnaan shalat berjamaah.

(PHR)