Berapa Lama Belanda Menjajah Indonesia? Ini Kata Sejarawan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belanda menjajah Indonesia selama lebih dari 300 tahun merupakan pendapat yang umum dipercayai masyarakat. Namun, setelah ditelusuri sejumlah sejarawan, ternyata informasi tersebut dianggap berlebihan. Lantas, berapa lama Belanda menjajah Indonesia?
Dijelaskan dalam jurnal Analisis Sejarah Kebenaran Indonesia dalam Penjajahan Belanda Selama 350 Tahun susunan Ardiansah, sebagian besar masyarakat Indonesia percaya Belanda menjajah selama 3 abad karena Ir. Soekarno menyebutkannya dalam pidato menjelang pembacaan Proklamasi.
Presiden pertama RI itu mengatakan, “Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan Tanah Air kita bahkan setelah ratusan tahun, gerakan kemerdekaan kita mengalami pasang surut.”
Pendapat tersebut semakin diperkuat oleh klaim dari pemerintah kolonial Belanda, Gubernur Jenderal de Jonge. Ia menyatakan, “Kami telah memerintah di sini selama 300 tahun dengan cambuk dan tongkat dan kami harus tetap melakukannya untuk 300 tahun lagi”. Namun, benarkah Indonesia terjajah selama itu?
Durasi Belanda Menjajah Indonesia
Setelah Indonesia merdeka, pendapat mengenai durasi penjajahan Belanda mulai ditinjau kembali oleh para sejarawan. Gertrudes Johannes Resink, seorang sejarawan berdarah Belanda yang lahir di Yogyakarta mengajukan klaim kuat bahwa penjajahan 300 tahun itu mitos belaka.
Merujuk jurnal Indonesia Dijajah Lebih dari 300 Tahun? Menjelaskan Penjajahan sebagai Proses Transformasi Struktural susunan Shofwan Al Banna Choiruzzad, Resink meneliti arsip-arsip perjanjian antara VOC dan Belanda dengan berbagai pihak di wilayah yang kemudian menjadi Indonesia.
Ia menemukan bahwa sampai awal abad 20, masih ada beberapa wilayah di Hindia Belanda yang diakui Belanda memiliki kedaulatannya sendiri. Di antaranya adalah wilayah Soppeng, Gowa, Torete, Bone, Wajo-Luwu, Baikonka, Aceh, Kerinci, Dalu-Dalu, Rokan, Batak, dan sejumlah kerajaan lainnya.
Penemuan itu akhirnya memicu sejarawan lain untuk mengulik lagi pendapat ‘Indonesia dijajah 300 tahun’. Kemudian disepakati bahwa klaim tersebut adalah hiperbola.
Resink sendiri mengatakan bahwa sebenarnya Belanda menjajah seluruh Nusantara selama 40 sampai 50 tahun saja. Tentunya, durasi penjajahan di setiap wilayah berbeda-beda. Dari seluruh wilayah, pulau Jawa merupakan tempat yang cukup lama dijajah.
Lantas, kenapa bisa tokoh politisi seperti Soekarno dan bahkan pemerintah kolonial Belanda menyebut Indonesia diduduki selama 300 tahun?
Sebenarnya tidak diketahui pasti apa yang membuat mitos ini mencuat dan dipercaya hingga kini. Namun, menurut Resink, pendapat hiperbola ini sengaja dimanfaatkan oleh kolonial Belanda untuk menegaskan kedudukannya saat mulai merasa terancam.
Ketika memasuki abad 20, Belanda mendapatkan ancaman dari sesama negara kolonial dan perlawanan dari pribumi. Itulah mengapa mereka membesar-besarkan mitos tersebut untuk menunjukkan kekuasaannya.
Namun, bukannya gentar, klaim tersebut justru dijadikan bahan bakar semangat oleh bangsa Indonesia dalam melawan penjajah. Beberapa ahli berpendapat bahwa para politisi Indonesia seperti Soekarno sengaja menyebut klaim tersebut dalam pidatonya untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam diri setiap pejuang kemerdekaan, serta legitimasi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Perbedaan Perlawanan terhadap Belanda Sebelum dan Sesudah Abad ke-19
(DEL)
