Berapa Lama Rekomendasi Konsumsi Elzsa untuk Mengatasi Jerawat?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Elzsa adalah pil KB kombinasi yang digunakan sebagai alat kontrasepsi oral untuk mencegah kehamilan. Selain kontrasepsi, pil ini juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah jerawat yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.
Elzsa mengandung dua bahan aktif utama, yaitu cyproterone acetate 2 mg dan ethinylestradiol 0,035 mg. Pil ini aman digunakan karena sudah terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi DKL2018605417A1.
Namun, Elzsa termasuk golongan obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dan anjuran dokter. Lantas, berapa lama rekomendasi konsumsi Elzsa untuk mengatasi jerawat? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Berapa Lama Rekomendasi Konsumsi Elzsa untuk Mengatasi Jerawat?
Durasi konsumsi Elzsa untuk mengatasi jerawat tidak bisa dalam waktu singkat. Mengutip laman K24Klik, setelah 3-4 bulan penggunaan Elzsa, kondisi jerawat baru akan mulai membaik secara bertahap. Sebelum itu, kelebihan minyak pada rambut dan kulit biasanya akan berkurang lebih dulu.
Sementara itu, untuk kasus jerawat sedang hingga berat, Elzsa direkomendasikan dikonsumsi minimal selama 3-6 bulan agar hasilnya optimal. Durasi ini berlaku untuk penggunaan rutin dan konsisten sesuai petunjuk dokter.
Cara kerja Elzsa dalam mengatasi jerawat berkaitan dengan kandungan cyproterone acetate-nya. Menurut laman SingHealth, zat ini bekerja pada perempuan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap hormon androgen di dalam tubuh.
Secara medis, hormon androgen berlebih dapat memicu munculnya jerawat dan kulit yang sangat berminyak. Dengan menghambat pengaruh androgen tersebut, produksi minyak berlebih pada kulit berkurang, sehingga risiko tumbuhnya jerawat pun ikut menurun.
Cara Konsumsi Elzsa yang Benar
Elzsa tersedia dalam kemasan blister isi 21 tablet dan diminum satu tablet setiap hari selama 21 hari berturut-turut. Setelah itu, ada jeda tujuh hari sebelum memulai blister baru. Menstruasi biasanya terjadi 5-7 hari setelah tablet terakhir dikonsumsi.
Waktu terbaik untuk minum Elzsa adalah malam hari sebelum tidur atau setelah makan. Menurut laman SingHealth, tablet sebaiknya diminum pada jam yang sama setiap hari untuk menjaga kadar hormon dalam tubuh tetap stabil.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Seperti obat hormonal lainnya, Elzsa berpotensi menimbulkan efek samping, meliputi mual, sakit kepala, nyeri pada payudara, perubahan suasana hati, serta flek di luar siklus menstruasi. Kondisi ini biasanya mereda setelah beberapa bulan penggunaan.
Meskipun jarang terjadi, ada juga efek samping yang lebih serius, mencakup gangguan pembekuan darah, tekanan darah tinggi, hingga gangguan fungsi hati. Mengutip dari laman SingHealth, apabila selama penggunaan obat ini terdapat gejala nyeri dada, sesak napas, atau penglihatan kabur, sebaiknya segera hubungi petugas medis.
Elzsa tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh perempuan di bawah usia 15 tahun, ibu hamil, ibu menyusui, serta perempuan dengan riwayat trombosis, penyakit hati, atau kanker tertentu. Sebelum memulai konsumsi Elzsa, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan dosis, durasi penggunaan, dan memastikan obat ini sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
(FHK)
Baca juga: Berapa Minimal Waktu Istirahat/Evaluasi Ulang Bagi Nakes yang Terdiagnosis TBC?
