Konten dari Pengguna

Biaya Produksi Film Merah Putih One For All Berapa? Ini Kata Produsernya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menonton film Merah Putih One For All. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton film Merah Putih One For All. Foto: Shutterstock

Merah Putih One For All adalah film animasi pertama bertema kebangsaan yang dibuat untuk menyambut HUT ke-80 RI. Namun, bukannya disambut dengan penuh antusias, animasi ini justru menuai kritikan setelah trailer-nya dirilis.

Banyak yang menilai visualnya sangat kaku dan jauh dari standar industri animasi Indonesia saat ini. Tak sedikit yang membandingkannya dengan Jumbo (2025), animasi yang kini menyandang gelar sebagai film terlaris Indonesia sepanjang masa.

Pertanyaannya, berapa biaya produksi Merah Putih One For All hingga menuai banyak kritikan dari masyarakat? Simak informasinya di bawah ini.

Biaya Produksi Film Merah Putih One For All

instagram embed

Dalam unggahan Instagram resmi @merahputihoneforall bersama @movreview disebutkan bahwa biaya produksi animasi ini sebesar Rp 6,7 miliar. Menurut kabar yang beredar, dana tersebut didapat dari pemerintah, namun Toto Soegriwo selaku produser membantahnya.

"Tuduhan kita menerima Rp 6,7 miliar dari dana pemerintah itu sama sekali tidak benar. Kita tidak ada sama sekali dukungan finansial dari kementerian," tutur Toto, Senin (11/8), dikutip dari kumparanHits.

Produser eksekutif sekaligus sutradara, Endiarto, juga buka suara. Ia mengungkapkan bahwa biaya produksi Rp 6,7 miliar itu tidak benar.

Endiarto pun menegaskan bahwa produksi animasi Merah Putih dilakukan secara gotong-royong dan urunan. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa bentuk urunan (patungan) yang dimaksud bukanlah uang, tapi tenaga serta pikiran.

"Saya sampaikan, bahwa kami ini gak ada biaya satu persen pun (dari pemerintah). Jadi kami ini sifatnya gotong royong mandiri, urunan,” jelas Endiarto pada Senin (11/8), dinukil dari kumparanHits.

“Urunan juga bukan berarti urunan duit. Tapi urunan tenaga, pikiran, dan waktu. Jadi (biaya Rp 6,7 M) bukan gak benar, itu gak nyata," ia menambahkan.

Meski begitu, baik Endiarto maupun Toto tidak menyebutkan secara spesifik nominal biaya produksi film Merah Putih. Toto hanya mengungkapkan bahwa biayanya tidak mencapai Rp 6,7 miliar. "Enggak sampailah," ucapnya.

Sinopsis Merah Putih One For All

Ilustrasi mengajak anak ke bioskop untuk menonton Merah Putih One For All. Foto: anek.soowannaphoom/Shutterstock

Film animasi Merah Putih One For All menceritakan tentang aksi delapan anak desa yang terpilih menjadi "Tim Merah Putih". Tugas mereka adalah menjaga bendera Merah Putih yang akan dikibarkan pada upacara 17 Agustus di desanya.

Uniknya, delapan anak tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Ada yang berasal dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa.

Masalah dimulai ketika tepat 3 hari sebelum upacara kemerdekaan, bendera Merah Putih tiba-tiba hilang secara misterius. Mereka pun bersatu dan berpetualang untuk mencarinya.

Sejumlah tantangan harus dihadapi dalam petualangan mereka dengan melewati sungai, hutan, dan cuaca badai. Mereka juga mesti mengatasi perbedaan budaya serta meredam ego masing-masing demi satu tujuan mulia, yakni mengibarkan Merah Putih di Hari Kemerdekaan.

Merah Putih One For All akan tayang serentak di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Endiarto mengatakan bahwa film ini memeroleh beberapa layar untuk penayangan di XXI. "Kita pilih cuma 10 layar di awal," ucapnya.

Khusus pada hari kemerdekaan, 17 Agustus 2025, tiketnya akan dibanderol dengan harga spesial, yakni Rp 17.000.

Baca Juga: Cerita Produser Terkait Pembuatan Film Merah Putih One For All

(DEL)