Cerita Produser Terkait Pembuatan Film Merah Putih One For All
ยทwaktu baca 3 menit

Produser Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, menceritakan mengenai pembuatan film animasi tersebut. Diproduksi Perfiki Kreasindo, ide untuk membuat film itu muncul pada tahun lalu.
Saat itu, tercetus ide dari Perfiki Kreasindo untuk membuat film dalam rangka menyambut 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memproduksi film itu.
"Ya, sekitar 4 sampai 5 bulan lah paling dari persiapannya. Dari awal bikin konsep segala macam, cerita, sampai selesai akhir Juni 2025," kata Toto saat dihubungi kumparan, Senin (11/8).
Setelah itu, Toto mengatakan, pihaknya mendaftarkan film Merah Putih One For All ke Lembaga Sensor Film pada awal Juli 2025.
Bintang Takari didapuk sebagai animator film animasi Merah Putih One For All. Toto mengatakan pihaknya menanyakan kepada animator mengenai kesanggupan untuk menyelesaikan film itu kurang dari 6 bulan.
"Kepada animator disampaikan, 'Bisa ngejar enggak kira-kira dalam tingkat waktu enggak sampai 6 bulan untuk bikin film animasi secara utuh untuk konsumsi bioskop?' Animatornya bilang, 'insyaAllah bisa, sanggup'," tutur Bintang.
Awalnya, Toto menyatakan, pihaknya menginginkan film Merah Putih One For All memiliki durasi 90 menit. Namun, keinginan itu tidak bisa terealisasi karena waktu yang terbatas.
"Ya sudah, akhirnya film itu dibuat dengan durasi 70 menit," ucap Toto.
Selain menyambut kemerdekaan RI, Toto mengatakan, film animasi Merah Putih One For All dibuat dengan tujuan untuk memberikan sajian hiburan untuk anak Indonesia. Karena itu, mereka buru-buru memproduksi film itu.
"Mungkin kalau dibilang kejar tayang, ya emang ada benar juga, karena momen yang kita kejar 80 tahun kemerdekaan. Tapi pada intinya bukan masalah kejar tayangnya, kita ingin memberikan kontribusi kepada anak Indonesia bahwa kita ini kekurangan film anak-anak," ungkap Toto.
Setelah memproduksi film animasi Merah Putih One For All, Toto menyatakan, pihaknya berencana untuk memproduksi film anak-anak.
"Tapi mungkin dalam format lain, bukan animasi. Karena kita ingin memberikan kontribusi untuk anak-anak Indonesia," kata Toto.
Sempat beredar kabar bahwa biaya produksi film Merah Putih One For All mencapai Rp 6,7 miliar. Selain itu dikabarkan bahwa pihak rumah produksi memperoleh bantuan dari pemerintah. Toto membantah kabar tersebut.
"Tuduhan kita menerima Rp 6,7 miliar dari dana pemerintah itu sama sekali tidak benar. Kita tidak ada sama sekali dukungan finansial dari kementerian," tuturnya.
Toto memastikan biaya untuk membuat film Merah Putih One For All tidak mencapai Rp 6,7 miliar. Namun, ia tidak mengungkapkan nominalnya secara pasti. "Enggak sampailah," ucapnya.
Dana untuk membuat film Merah Putih One For All, menurut Toto, merupakan hasil gotong royong atau urunan.
"Kita swadaya mandiri, gotong royong kawan-kawan yang ada di tim produksi," ungkapnya.
Tanggapan Produser Eksekutif Terkait Kritik terhadap Film Animasi Merah Putih One For All
Trailer film Merah Putih One For All sudah dirilis. Banyak kritik muncul terkait trailer film itu, salah satunya mengenai kualitas animasi.
Produser Eksekutif sekaligus Sutradara film tersebut, Endiarto, menanggapi mengenai hal itu. Ia mengungkapkan pihaknya ingin menyajikan kisah yang sederhana. Untuk animasinya disesuaikan dengan kemampuan mereka.
"Segmen yang kita tentukan ceritanya yang sederhana, visual audionya juga sederhana supaya bisa dicerna. Kami mendesai dari awal itu, baik narasi, visualnya, sesuai untuk level anak-anak kecil. Karena kita mau mengedukasi, menanamkan nilai-nilai kebangsaan," kata Endiarto ditemui kumparan di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/8).
Film Merah Putih One For All akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Endiarto mengatakan, film tersebut memperoleh beberapa layar untuk penayangan di XXI. "Kita pilih cuma 10 layar di awal," ucapnya.
