Bintang Berekor di Bulan Ramadhan, Ini Maknanya dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena bintang berekor atau komet belakangan ini ramai dibahas netizen di media sosial. Dalam Islam, kemunculannya di bulan Ramadhan sering kali dikaitkan dengan tanda-tanda tertentu, seperti akhir zaman.
Sebagian umat Islam meyakini bahwa kemunculan bintang berekor berkaitan erat dengan hadirnya Imam Mahdi jelang Hari Kiamat. Kekhawatiran ini semakin mencuat usai rudal Sejjil milik Iran disebut menyerupai bintang berekor.
Mereka pun langsung teringat pada sejumlah hadis yang menggambarkan peristiwa besar menjelang akhir kehidupan manusia. Agar tidak keliru dalam memahami makna bintang berekor di bulan Ramadhan, simak pembahasan lengkapnya di sini!
Apa itu Bintang Berekor?
Bintang berekor lebih dikenal dengan sebutan komet, yakni benda langit berukuran besar yang tersusun dari debu dan es. Ciri khas benda langit ini memiliki ekor panjang bercahaya yang tampak menjauhi Matahari.
Mengacu pada laman NASA Safe Place, komet dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan periode orbitnya, yaitu periode pendek dan periode panjang. Komet periode pendek memerlukan waktu kurang dari 200 tahun untuk mengelilingi Matahari.
Sementara itu, komet periode panjang memiliki lintasan sangat lonjong dan dapat melintasi orbit planet-planet. Waktu yang dibutuhkan untuk kembali mendekati Matahari bisa mencapai jutaan tahun.
Ekor komet terbentuk akibat radiasi Matahari yang mendorong partikel debu dari permukaannya. Akibatnya, ekor tersebut selalu mengarah menjauhi Matahari dan tampak seperti cahaya panjang yang menghiasi langit malam.
Makna Bintang Berekor di Bulan Ramadhan
Terdapat sejumlah riwayat yang menyebutkan tanda-tanda alam menjelang kemunculan Imam Mahdi, sosok pemimpin yang akan hadir di akhir zaman untuk memimpin umat Islam ketika dunia dipenuhi perselisihan dan kezaliman.
Dalam buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah al-Adnani disebutkan bahwa tanda-tanda alam tersebut meliputi gerhana bulan di bulan Ramadan, yang diikuti dengan suara keras di bumi dan adanya bintang berekor. Peristiwa itu akan diikuti huru-hara dan kekacauan pada bulan Syawal.
Riwayat tersebut tercantum dalam kitab Al-Fitan karya Nu’aim bin Hammad. Namun, sejumlah ulama, termasuk Syaikh Al-Albani, menilai hadis tersebut berstatus dhaif atau lemah sehingga tidak dapat dijadikan landasan yang pasti.
Sementara itu, ada pula riwayat yang mengaitkan kemunculan bintang berekor dengan peristiwa dukhan atau asap besar yang meliputi bumi. Dari sudut pandang sains, apabila komet atau benda langit besar memasuki atmosfer Bumi, gesekan yang terjadi dapat menimbulkan panas hebat dan partikel yang menyerupai asap tebal.
Peristiwa tersebut kerap dihubungan dengan firman Allah dalam Surah Ad-Dukhan ayat 10–11: "Maka tunggulah ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih."
Dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Abi Malikah menyampaikan bahwa pada suatu pagi ia mendatangi Ibnu Abbas. Ibnu Abbas berkata, “Tadi malam aku tidak dapat tidur hingga pagi datang.” Abdullah bertanya, “Mengapa?” Ia menjawab, “Aku mendengar orang-orang mengatakan bahwa bintang berekor terlihat. Aku sangat khawatir jika asap itu telah datang. Karena itulah aku tidak bisa tertidur sampai pagi.”
Baca Juga: Kenapa Israel dan AS Menyerang Iran? Ini Alasannya
(SA)
