Bolehkah Mandi Wajib Setelah Sahur? Ini Ketentuannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mandi wajib merupakan bagian dari tata cara bersuci dalam Islam yang dilakukan setelah mengalami hadas besar, seperti junub, haid, atau nifas. Lantas, bolehkah mandi wajib setelah sahur?
Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang dalam keadaan berhadas besar sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Itu karena sebagian orang masih belum paham dengan ketentuan apakah mandi wajib harus dilakukan sebelum sahur atau boleh setelahnya.
Jika dilakukan setelahnya, apakah puasanya tetap sah? Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasannya berikut ini.
Bolehkah Mandi Wajib Setelah Sahur?
Mengutip buku 1001 Hal yang Paling Sering Ditanyakan tentang Islam oleh Ustaz Abu Muslim, bagi seseorang yang masih dalam keadaan junub setelah sahur dan belum sempat mandi wajib sebelum fajar, maka puasanya tetap sah.
Sebab, perbuatan yang dilarang bagi orang yang junub adalah salat, tawaf, menyentuh atau membaca Al-Qur'an, serta berdiam di masjid. Hal-hal di luar itu seperti makan sahur atau melakukan aktivitas lainnya tetap diperbolehkan.
Meski begitu, dianjurkan bagi umat Islam untuk mandi wajib sebelum waktu subuh agar dapat melaksanakan salat tepat waktu. Namun, jika seseorang baru sempat mandi setelah terbit fajar, puasanya tetap sah.
Hal ini didasarkan pada hadis dari Aisyah r.a. dan Ummu Salamah r.a., bahwa mereka berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa." (HR. Bukhari No. 1926 dan Muslim No. 1109)
Kesimpulannya, mandi wajib setelah sahur tetap diperbolehkan, asalkan segera dilakukan agar tidak melewatkan kewajiban salat subuh.
Baca Juga: Hukum Memakai Pelembab Bibir Saat Puasa, Apakah Boleh?
Tata Cara Mandi Wajib sesuai Ketentuan
Dalam Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman dijelaskan bahwa mandi wajib harus dilakukan dengan benar agar bersuci dari hadas besar. Berikut tata cara mandi wajib yang sesuai dengan tuntunan:
Niat dalam hati untuk menghilangkan hadas besar. Berikut bacaan niatnya: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi ta'ala (Aku berniat mandi wajib untuk menyucikan hadats besar dari haid karena Allah Ta'ala)
Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
Membersihkan kemaluan menggunakan tangan kiri hingga benar-benar bersih.
Berwudu seperti wudu untuk salat, sebelum mandi dimulai.
Mengguyurkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali hingga merata ke seluruh bagian kepala.
Membasahi rambut dengan memastikan air mencapai kulit kepala.
Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri.
Membasuh kedua kaki dengan sempurna.
(SAI)
