Konten dari Pengguna

Bolehkah Memotong Kuku Saat Puasa? Ini Hukumnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memotong kuku. Foto: Melly Meiliani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memotong kuku. Foto: Melly Meiliani/kumparan

Potong kuku termasuk sunnah Rasulullah dan bagian dari perawatan diri yang sebaiknya rutin dilakukan. Namun, bolehkah memotong kuku saat puasa?

Dalam ajaran Islam, kuku tidak boleh dibiarkan panjang selama lebih dari 40 hari. Ketentuan ini mengacu pada hadist riwayat Anas bin Malik yang menyebutkan, "Rasulullah saw memberi batas waktu kepada kami untuk mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak dibiarkan lebih dari 40 hari." (HR Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa'i)

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memotong kuku minimal satu kali dalam satu minggu, termasuk di bulan Ramadan. Tujuannya untuk mencegah kuku menjadi sarang kotoran dan bakteri penyebab penyakit.

Bolehkah Memotong Kuku Saat Puasa?

Ilustrasi gunting kuku Foto: Shutterstock

Untuk menjawab pertanyaan ini, mesti dipahami terlebih dahulu apa saja hal-hal yang membatalkan puasa. Pada intinya, puasa adalah aktivitas menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu. Potong kuku tidak termasuk kegiatan yang harus dihentikan saat bulan Ramadan.

Selain itu, tak ada dalil shahih yang mengatakan bahwa memotong kuku dapat membatalkan puasa. Potong kuku justru bagian dari upaya menjaga kebersihan yang dianjurkan Rasulullah SAW dalam sabdanya:

"Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah Ta'ala membangun Islam ini di atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih." (HR. Ath-Thabrani).

Dalam hadist lain, Aisyah r.a menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Agama itu dibangun berasaskan kebersihan." (HR. Muslim).

Jika menilik dari sisi medis, potong kuku memang akan membuat tubuh lebih bersih dan sehat. Mengutip jurnal Prevalensi Telur Ascaris lumbricoides pada Kuku dan Tingkat Kebersihan Personal Petugas Kebersihan di Krian, Sidoarjo (2020), kuku yang tidak dipotong akan menyebabkan penumpukan kotoran. Biasanya, kotoran itu mengandung telur cacing ascaris lumbricoides.

Selain cacing ascaris lumbricoides, di dalam kotoran kuku juga dapat ditemukan cacing nematoda usus jenis lain, seperti cacing tambang dan trichuris trichiura. Infeksi cacing ini dapat menghambat perkembangan fisik manusia, termasuk kecerdasan dan produktivitas kerja, serta menurunkan daya tahan tubuh.

Waktu yang Disunnahkan untuk Memotong Kuku

Ilustrasi memotong kuku. Foto: Melly Meiliani/kumparan

Mengutip buku Berburu Surga Bersama Nabi oleh Ahmad Salim, para ulama sepakat bahwa potong kuku sebaiknya dilakukan pada hari Jumat. Ini karena hari tersebut merupakan hari raya mingguan kaum Muslim.

Selain itu, potong kuku di hari Jumat dapat membawa keselamatan bagi orang tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

"Barangsiapa yang memotong kuku pada hari Jumat, Allah akan menyembuhkannya dari penyakit dan memberikannya keselamatan." (HR. Ibnu Mas'ud)

Perlu diketahui bahwa terdapat pula kondisi dan waktu yang terlarang bagi umat Islam untuk memotong kuku. Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang ingin berkurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sampai dia berkurban." (HR Muslim).

Baca Juga: Kapan Boleh Potong Kuku Bayi Baru Lahir? Calon Orang Tua Wajib Tahu

(DEL)