Konten dari Pengguna

Kapan Boleh Potong Kuku Bayi Baru Lahir? Calon Orang Tua Wajib Tahu

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kuku bayi baru lahir. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kuku bayi baru lahir. Foto: Unsplash

Calon orang tua perlu mengetahui kapan boleh potong kuku bayi baru lahir. Pasalnya, jika kuku bayi dipotong terlalu cepat atau dengan cara yang salah, bisa jadi merugikan bayi itu sendiri.

Memotong kuku bayi tidak boleh sembarangan dilakukan. Jika kuku bayi dipotong saat belum terlalu panjang, maka akan berisiko melukai jarinya. Sebaliknya, jika kuku bayi dipotong saat sudah terlalu panjang atau lebih panjang dari jari, maka kuku tajam tersebut berpotensi melukai bayi.

Di bawah ini akan dijelaskan kapan waktu yang tepat untuk memotong kuku bayi dan bagaimana caranya.

Kapan Boleh Potong Kuku Bayi Baru Lahir?

Ilustrasi kuku bayi baru lahir. Foto: Unsplash

Banyak yang beranggapan bahwa kuku bayi baru lahir boleh dipotong setelah usianya menginjak 40 hari. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa kuku bayi boleh segera dipotong jika sudah cukup panjang, supaya tidak melukai dan mencakar tubuh bayi ketika melakukan cengkeraman.

Misalnya, dalam buku 200 Tips Ibu Smart Anak Sehat karya Nadia Indivara (2009), dijelaskan bahwa selembut apapun kuku bayi, jika terlalu panjang akan tetap berpotensi melukai tubuhnya. Potong kuku pun bisa segera dilakukan jika kuku bayi dirasa sudah panjang.

Dr. Frances Williams (2014) dalam buku Baby Care Day by Day juga menyatakan bahwa kuku bayi boleh dipotong jika panjangnya sudah melebihi ujung jari. Jika kuku belum mendekati ujung jari, maka jangan potong kukunya, karena dapat berisiko melukai kulit bayi. Meskipun gunting kuku yang digunakan tidak terlalu tajam, namun tetap berisiko melukai kulit bawah kuku. Namun, jika sudah mendekati ujung jari, maka orang tua harus memerhatikan pertumbuhan kuku sampai sekiranya aman untuk dipotong.

Di sinilah kecermatan ibu dan ayah dilatih. Segala perubahan di tubuh bayi harus diperhatikan dengan baik, supaya dapat mengambil tindakan yang sesuai. Misalnya, ketika kuku bayi sudah mulai panjang, orang tua harus mempersiapkan alat pemotong kuku yang tepat, sehingga potong kuku dapat segera dilakukan tepat waktu.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur pada Malam Hari

Cara Potong Kuku Bayi

Ilustrasi kuku bayi baru lahir. Foto: Unsplash

Seperti yang disinggung di atas, cara memotong kuku yang tidak tepat dapat melukai bayi. Dikutip dari buku 200 Tips Ibu Smart Anak Sehat, berikut ini langkah-langkah memotong kuku bayi:

  1. Pilih tempat yang terang supaya memudahkan pandangan.

  2. Gunakan gunting kuku berujung bundar. Gunting kuku ini berbeda dengan gunting orang dewasa yang ujungnya runcing, sehingga meminimalisasi potensi bayi terluka.

  3. Pegang jari kaki atau tangan bayi dengan salah satu tangan. Kemudian tekan kulit bagian bawah kuku agar lebih mudah dipotong dan tidak terluka.

  4. Potong kuku dengan rata. Pastikan tidak ada bagian kuku yang runcing, tajam, atau kasar, yang dapat melukai bayi.

  5. Periksa hasil potongan pada masing-masing jari. Gunakan losion khusus bayi untuk membuat kulit di sekitar jari menjadi lebih lembut.

  6. Jika secara tidak sengaja memotong kuku terlalu pendek, jangan gunakan plester. Gunakan kain bersih, steril, dan lembut untuk menekan hasil potongan tersebut.

  7. Perhatikan pertumbuhan kuku dan potong secara rutin.

(TAR)

Baca juga: 5 Tantangan Menyusui yang Membuat Ibu Bertanya-tanya