Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh? Ini Ketentuannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat merupakan salah satu syarat sah ibadah dalam Islam, termasuk puasa Ramadhan. Jika seseorang tidak membaca niat sebelum berpuasa, maka puasanya tidak sah.
Niat puasa Ramadhan biasanya dilakukan setiap malam sebelum menjalankan ibadah puasa. Namun, ada pendapat yang membolehkan niat puasa Ramadhan dilakukan untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan.
Pendapat ini sebagai langkah antisipasi bila mana di kemudian hari lupa berniat agar puasanya tetap sah dan bisa dilanjutkan. Pertanyaannya, bolehkah niat puasa Ramadhan sebulan penuh ini dilakukan? Bagaimana hukumnya dalam Islam?
Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh?
Niat merupakan hal fundamental dalam setiap ibadah. Para ulama pun sepakat bahwa niat adalah rukun ibadah, termasuk puasa Ramadhan.
Niat adalah amalan hati yang dapat diucapkan secara lisan atau cukup di dalam hati. Menurut madzhab Syafi'i, niat puasa harus dilakukan setiap malam sebelum fajar. Namun, dalam kondisi tertentu, ada kemungkinan seseorang lupa berniat.
Untuk mengantisipasinya, ada sebagian ulama yang membolehkan niat puasa satu bulan penuh. Pendapat ini didasarkan pada madzhab Maliki, yang memandang puasa Ramadhan sebagai satu kesatuan ibadah.
Madzhab Maliki menganggap puasa yang dilakukan selama satu bulan Ramadhan sebagai satu kesatuan ibadah. Karena itulah, satu kali niat untuk satu bulan penuh puasa Ramadhan dianggap cukup.
Umat Muslim diperbolehkan untuk mengumpulkan niat puasa sebulan di malam pertama bulan Ramadhan. Dengan begitu, ia tidak perlu mengulangi niat di hari berikutnya. Berikut ketentuan berniat puasa satu bulan penuh, dikutip dari laman NU:
وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ
"Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadhan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil memanfaatkan pendapat Imam Malik pada suatu hari yang lupa untuk berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi bila niat pada malam-malam berikutnya di semua malam Ramadhan". (Hasyiyah Al-Qulyubi, II/66)
Baca juga: 5 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Dunia, Salah Satunya Nyekar
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Adapun niat puasa Ramadhan sebulan penuh yang bisa dibaca menurut Madzhab Maliki adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.)
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sehari
Selain membacanya di awal bulan, niat ouasa Ramadhan juga bisa dibaca setiap malam. Berdasarkan buku Asyiknya Belajar Rukun Islam, Joy Amarta (2019:34), berikut adalah bacaan niat puasa sehari yang bisa diamalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.)
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
(SLT)
