Konten dari Pengguna

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Tapi Masih Punya Utang Puasa? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berdoa. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berdoa. Foto: Shutterstock

Memasuki 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, mulai dari pahala yang dilipatgandakan, penghapusan dosa, hingga dijauhkan dari api neraka.

Masalahnya, banyak orang yang bingung bagaimana hukum puasa Dzulhijjah saat masih memiliki tutang puasa Ramadan. Sebenarnya, bolehkah puasa Dzulhijjah tapi masih memiliki uutang puasa Ramadan?

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Tapi Masih Punya Utang Puasa?

Ilustrasi bolehkah puasa dzulhijjah tapi masih punya hutang puasa. Foto: Pexels

Puasa Dzulhijjah tetap boleh dilakukan meski seseorang masih memiliki utang puasa Ramadan. Kendati demikian, jika ingin lebih berhati-hati, dianjurkan untuk mengganti puasa Ramadan terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa sunah Dzulhijjah.

Namun, apabila seseorang baru memiliki kesempatan atau baru teringat untuk mengqadha puasanya saat bulan Dzulhijjah telah tiba, ia tetap boleh menjalankan puasa qadha pada hari-hari tersebut.

Selain mengganti utang puasa Ramadan, ia juga tetap mendapatkan keutamaan puasa Dzulhijjah sehingga memperoleh dua keutamaan dalam satu ibadah.

Dalam laman NU Online dijelaskan beberapa pendapat ulama mengenai hal ini, di antaranya:

  • Dalam kitab I’anatut Thalibin, Sayyid Bakri Syatha ad-Dimyathi menjelaskan bahwa orang yang berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa tetap akan memperoleh keutamaan puasa sunah tersebut, meskipun niatnya adalah qadha puasa atau puasa nazar.

  • Dalam kitab Al-I‘ab, Al-Barizi juga berkata bahwa apabila seseorang berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa dengan niat qadha atau ibadah sejenisnya, maka ia tetap memperoleh keduanya, baik meniatkan kedua ibadah tersebut maupun tidak.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Ilustrasi keutamaan puasa dzulhijjah. Foto: Pexels

Puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah disebut puasa Tarwiyah, sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah.

Mengutip buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda serta Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al-Qurawy, berikut beberapa keutamaannya:

1. Pahala Dilipatgandakan

Amalan pada 10 hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar karena pahalanya akan berlipat jika dibandingkan ibadah di bulan lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar." (HR At-Tarmidzi)

2. Menghapus Dosa yang Lalu

Puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah Al Anshari RA disebutkan:

"Dari Rasullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, Rasullah bersabda. "Puasa ini dapat menebus doa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

3. Membebaskan Hamba dari Api Neraka

Hari Arafah juga menjadi waktu ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari yang di dalamnya Allah membebaskan hamba-ambaya dari api neraka yang lebih banuak daripada di hari Arafah." (HR Muslim)

Baca Juga: Bagaimana Sikap Orang yang Meyakini Adanya Kematian? Ini Penjelasannya

(SA)