Konten dari Pengguna

Cara agar Observasi Kinerja Guru Dapat Dilakukan dengan Baik dan Berkelanjutan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Guru Mengajar di Sekolah Rakyat. Foto: Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Guru Mengajar di Sekolah Rakyat. Foto: Kemendikdasmen

Praktik kinerja guru merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan. Melalui proses ini, guru dapat mengevaluasi praktik mengajar serta memastikan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan berjalan secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, guru dapat memulai Praktik Kinerja dengan mengikuti alur observasi yang telah disediakan. Agar hasil evaluasi benar-benar mencerminkan praktik pembelajaran, observasi kinerja perlu dilakukan secara objektif, terencana, dan berkelanjutan.

Lantas, bagaimana cara agar observasi kinerja guru dapat dilakukan dengan baik dan berkesinambungan? Mari simak penjelasan beserta langkah-langkahnya di bawah ini.

Cara agar Observasi Kinerja Guru Dapat Dilakukan dengan Baik dan Berkelanjutan

Ilustrasi Guru Mengajar di Sekolah Rakyat. Foto: Kemendikdasmen

Berdasarkan informasi dari laman Kemendikdasmen, alur Pelaksanaan Observasi dalam Pengelolaan Kinerja Guru terbagi menjadi dua tahapan utama, yaitu Persiapan Observasi dan Pelaksanaan Observasi.

Kedua tahapan tersebut saling berkaitan untuk memastikan proses observasi berjalan objektif dan terarah. Berikut tahapan pelaksanaan observasi kinerja guru yang perlu diketahui:

1. Persiapan Observasi

Tahap pertama dalam pelaksanaan observasi adalah melakukan persiapan secara matang. Pada tahap ini, guru dan kepala sekolah menyusun rencana pelaksanaan observasi agar proses penilaian dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Hal-hal yang dilakukan pada tahap persiapan observasi meliputi:

  • Guru menetapkan Target Perilaku yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.

  • Guru menyusun Upaya Perilaku sebagai strategi untuk mewujudkan target yang telah ditetapkan.

  • Guru dan kepala sekolah menyepakati jadwal pelaksanaan observasi.

  • Guru mempersiapkan proses pembelajaran secara optimal sebelum observasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati.

2. Observasi Kinerja

Setelah tahap persiapan selesai, observasi kinerja dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati. Pada tahap ini, guru mengajar seperti biasa berdasarkan Target Perilaku yang telah ditetapkan, sementara kepala sekolah melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses pembelajaran di kelas.

Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap observasi kinerja meliputi:

  • Guru melaksanakan pembelajaran sesuai Target Perilaku yang telah ditetapkan.

  • Kepala sekolah mengamati jalannya proses pembelajaran secara langsung di kelas.

  • Kepala sekolah mengisi rubrik observasi kelas melalui fitur Pengelolaan Kinerja di Ruang GTK.

  • Hasil pengamatan didokumentasikan secara sistematis sebagai dasar penilaian kinerja yang objektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tahap Praktik Kinerja Guru Setelah Observasi

Ilustrasi Guru di Sekolah. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock

Setelah observasi kinerja selesai dilaksanakan, proses Praktik Kinerja Guru belum berakhir. Guru masih perlu mengikuti beberapa tahapan lanjutan bersama kepala sekolah. Berikut tahapannya:

1. Diskusi Tindak Lanjut

Tahap pertama setelah observasi adalah diskusi tindak lanjut antara guru dan kepala sekolah. Kegiatan ini bertujuan membahas hasil pengamatan, mengevaluasi proses pembelajaran, serta menyusun rencana perbaikan yang dapat diterapkan pada pembelajaran berikutnya.

2. Upaya Tindak Lanjut

Setelah rencana perbaikan disepakati, guru melaksanakan berbagai upaya tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas mengajar dan mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif.

3. Refleksi Tindak Lanjut

Refleksi merupakan tahap akhir dalam Praktik Kinerja Guru. Pada tahap ini, guru bersama kepala sekolah mengevaluasi hasil tindak lanjut untuk melihat efektivitas perbaikan yang telah dilakukan.

Baca Juga: Perubahan dalam Praktik Mengajar Sejak Sistem Pengelolaan Kinerja Berjalan

(ANB)