Perubahan dalam Praktik Mengajar Sejak Sistem Pengelolaan Kinerja Berjalan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyederhanaan sistem Pengelolaan Kinerja bagi Guru dan Kepala Sekolah tidak hanya mengubah aspek administratif, tetapi juga mulai memberikan pengaruh pada praktik mengajar di kelas. Perubahan ini mendorong guru untuk lebih fokus pada peningkatan mutu pembelajaran ketimbang sekadar pemenuhan dokumen.
Mengutip dari laman Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, sistem sebelumnya memerlukan banyak dokumen administrasi yang harus diunggah, ditambah evaluasi kinerja yang dilakukan dua kali dalam setahun. Kondisi tersebut sering dianggap membebani guru dan mengurangi fokus pada tugas utama sebagai pengajar.
Perubahan Nyata yang Dirasakan dalam Praktik Mengajar Sejak Sistem Berjalan
Sejak sistem Pengelolaan Kinerja berjalan dan disederhanakan, sejumlah perubahan mulai dirasakan langsung oleh guru dan kepala sekolah dalam praktik sehari-hari. Beberapa perubahan tersebut antara lain:
Guru lebih leluasa mengalokasikan waktu untuk pengembangan profesional dan peningkatan mutu pembelajaran karena tidak lagi terbebani unggah dokumen administrasi secara berkala.
Penilaian kinerja yang kini hanya dilakukan satu kali dalam setahun membuat proses evaluasi lebih ringkas tanpa mengurangi hasil evaluasi.
Verifikasi dilakukan langsung oleh atasan sehingga guru dapat lebih fokus pada praktik kinerja dan perilaku di kelas dibandingkan proses administratif.
Perubahan tersebut juga disampaikan dalam webinar SAPA GTK bertema “Kelola Kinerja Guru dan Kepala Sekolah Lebih Praktis, Relevan, dan Berdampak Nyata di Platform Merdeka Mengajar” di kanal YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI. Ali Zaenal, Guru SD Inpres Rata Nagekeo, NTT, menyampaikan bahwa fitur Pengelolaan Kinerja yang baru membuat guru bisa lebih fokus pada praktik kinerja dan perilaku dibandingkan sekadar mencari nilai.
Dampaknya Terhadap Anak
Perubahan pada praktik mengajar guru berkaitan langsung pada kualitas belajar murid di kelas. Pengelolaan kinerja yang baru ini tidak semata berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga mempertimbangkan dampak nyatanya terhadap murid.
Fitur refleksi tindak lanjut pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) turut mendukung perubahan ini. Melalui refleksi tersebut, guru diminta menjabarkan perubahan praktik di ruang kelas berdasarkan inspirasi yang didapatkan dari pelatihan, pendampingan, maupun hasil observasi. Beberapa perubahan yang umum diterapkan guru di antaranya:
Merancang pembelajaran yang lebih berpusat pada murid.
Membuka ruang dialog dengan murid dan mengurangi sikap otoriter dalam mengajar.
Menerapkan pendekatan kolaboratif dan reflektif dalam proses belajar mengajar.
Selain berdampak pada metode pembelajaran, sistem baru ini juga disebut dapat menguatkan komunitas belajar di sekolah. Kepala sekolah berperan mendorong guru untuk mengenali tantangan yang dihadapi di kelas sehingga perbaikan praktik mengajar dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung pada pengalaman belajar murid.
kumparanMOM Festival Hari Anak kembali hadir di Ex-Taman Anggrek GBK pada Sabtu-Minggu, 25-26 Juli 2026, dan mengajak seluruh keluarga untuk #BanyakMainBanyakBelajar lewat berbagai aktivitas seru bertema Play & Move yang penuh keceriaan dan energi. Temukan informasi selengkapnya dan rayakan Hari Anak Nasional bersama di kum.pr/fha2026.
(FHK)
Baca juga: Kapan Seleksi CAT PPPK Sekolah Rakyat? Ini Tanggalnya
