Cara Cek Domisili SPMB 2026, Ini Panduannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) merupakan mekanisme penerimaan peserta didik yang secara resmi menggantikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejak 2025. Dalam pelaksanaannya, SPMB menyediakan beberapa jalur penerimaan, salah satunya jalur domisili.
Mengutip laman Kemendikdasmen, jalur domisili merupakan jalur penerimaan yang memprioritaskan calon murid berdasarkan jarak tempat tinggal yang paling dekat dengan sekolah. Karena itu, sebelum melakukan pendaftaran, calon murid perlu memastikan terlebih dahulu apakah alamat tempat tinggalnya masuk dalam wilayah penerimaan sekolah tujuan.
Pasalnya, perbedaan jarak hanya beberapa meter saja dapat memengaruhi peluang diterima atau tidaknya di sekolah yang diinginkan. Lantas, bagaimana cara cek domisili SPMB 2026? Berikut panduannya.
Cara Cek Domisili SPMB 2026
Berdasarkan panduan dari laman Ma’soem University, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengecek domisili atau jarak tempat tinggal ke sekolah tujuan dalam SPMB 2026. Berikut caranya:
1. Cek Koordinat Rumah Melalui Google Maps
Langkah pertama adalah mengetahui titik koordinat rumah melalui Google Maps. Cara ini cukup akurat karena sistem pendaftaran online umumnya menggunakan data koordinat untuk menghitung jarak antara rumah calon murid dan sekolah tujuan.
Berikut langkah-langkahnya:
Buka aplikasi Google Maps melalui ponsel atau komputer.
Perbesar (zoom) peta hingga lokasi rumah terlihat dengan jelas.
Tekan dan tahan lokasi rumah pada ponsel atau klik kanan pada komputer hingga muncul pin merah.
Google Maps akan menampilkan deretan angka koordinat, misalnya -6.123456, 106.123456.
Catat koordinat tersebut untuk digunakan dalam perhitungan jarak ke sekolah tujuan.
2. Hitung Jarak ke Sekolah Tujuan
Setelah memperoleh koordinat rumah, Anda dapat menghitung jarak ke sekolah yang dituju. Informasi ini dapat membantu memperkirakan peluang diterima melalui jalur domisili.
Caranya sebagai berikut:
Cari nama sekolah tujuan di Google Maps.
Klik kanan pada lokasi sekolah.
Pilih menu "Measure Distance" atau "Ukur Jarak".
Klik titik lokasi rumah yang telah ditemukan sebelumnya.
Google Maps akan menampilkan garis lurus beserta jarak antara rumah dan sekolah dalam satuan meter atau kilometer.
Persyaratan Dokumen SPMB Jalur Domisili
Selain mengecek jarak tempat tinggal ke sekolah tujuan, calon murid juga perlu memahami persyaratan yang berlaku pada jalur domisili. Dikutip dari laman SPMB Kota Bogor, berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi:
Calon murid berdomisili di wilayah penerimaan yang ditetapkan, dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan minimal 1 tahun sebelum pendaftaran.
Apabila usia KK kurang dari 1 tahun karena adanya perubahan data keluarga dan tidak menyebabkan perpindahan alamat, calon murid wajib melampirkan:
Salinan KK lama.
Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian apabila KK sebelumnya hilang.
Menyertakan foto calon murid baru di depan rumah sesuai alamat yang tercantum pada Kartu Keluarga.
Melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh orang tua atau wali.
Calon murid yang namanya tercantum dalam KK dengan status famili lain tidak dapat mendaftar melalui jalur domisili.
Ketentuan tersebut dikecualikan bagi anak angkat, anak asuh, anak dari saudara yang orang tuanya telah meninggal dunia, atau anak dari keluarga yang berdomisili secara permanen. Kondisi tersebut harus dibuktikan dengan dokumen kependudukan dan surat keterangan domisili yang sah.
Nama orang tua atau wali yang tercantum dalam Kartu Keluarga harus sesuai dengan nama yang tertera pada rapor atau ijazah jenjang sebelumnya, akta kelahiran, dan/atau KK sebelumnya.
Baca Juga: Apa Saja yang Berubah dari Empat Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB?
(ANB)
