Konten dari Pengguna

Cara Kerja Biomassa: Begini Proses Perubahannya Menjadi Energi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Kerja Biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Kerja Biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Biomassa merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan dan lebih murah jika dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya. Cara kerja biomassa cukup beragam, tergantung pada cara pengubahannya menjadi energi.

Mengutip laman Vokasi Kemdikbud, biomassa merujuk pada seluruh bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, seperti tumbuhan, kotoran hewan, limbah pertanian, dan sebagainya. Bahan-bahan organik tersebut menyimpan energi kimia yang didapat dari sinar matahari.

Energi kimia itulah yang akan dilepaskan dan diubah menjadi energi panas, energi kinetik, atau energi listrik. Cara pengubahannya bisa secara langsung maupun tidak langsung. Seperti apa prosesnya?

Cara Kerja Biomassa Menjadi Energi

Ilustrasi Biomassa. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto

Dalam laman Educational National Geographic dijelaskan bahwa proses pengubahan biomassa menjadi energi dapat dilakukan secara langsung melalui proses pembakaran. Ini merupakan metode yang paling umum digunakan karena bisa langsung menghasilkan energi panas. Contohnya, kayu yang dibakar untuk memasak bahan makanan.

Sedangakan proses yang terjadi secara tidak langsung dilakukan dengan tiga metode, yakni konversi termokimia, konversi kimia, dan konversi biologis. Berikut masing-masing penjelasannya yang dirangkum dari laman U.S. Energy Information Administration (EIA).

1. Konversi Termokimia

Konversi termokimia dapat menghasilkan bahan bakar padat, gas, dan cair. Proses ini meliputi dua metode dekomposisi termal, yakni pirolisis dan gasifikasi.

Keduanya merupakan metode pemanasan biomassa dalam bejana tertutup atau gassifier pada suhu tinggi. Perbedaannya terletak pada suhu dan jumlah oksigen yang digunakan selama konversi. Berikut rincian perbedaannya:

  • Pirolisis: Bahan organik dipanaskan menggunakan suhu sekitar 400°C sampai 500°C tanpa menggunakan oksigen sama sekali. Pirolisis biomassa menghasilkan bahan bakar seperti arang, bio-oil, solar terbarukan, metana, dan hidrogen.

  • Gasifikasi: Pemanasan bahan organik dilakukan menggunakan suhu 800°C sampai 900°C dalam gassifier. Kemudian, disuntikkan sejumlah oksigen atau uap yang terkontrol ke dalam gassifier untuk menghasilkan syngas yang kaya karbon monoksida dan hidrogen. Syngas dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel dan menghasilkan listrik dalam turbin gas.

Selain dua metode di atas, ada pula metode hidrotreating. Metode ini menggunakan hidrogen untuk memproses minyak hayati yang diproduksi melalui proses pirolisis. Hasilnya berupa solar terbarukan, bensin terbarukan, dan bahan bakar jet terbarukan.

2. Konversi Kimia

Ilustrasi Cara Kerja Biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Proses konversi kimia atau transesterifikasi digunakan untuk mengubah minyak sayur, lemak hewani, dan lemak padat menjadi fatty acid methyl esters (FAME) untuk menghasilkan biodiesel.

Menurut laman University of Strathclyde UK, ada tiga metode yang sering digunakan untuk transesterifikasi minyak dan lemak, yakni:

  • Transesterifikasi minyak dengan katalis basa.

  • Transesterifikasi minyak secara langsung dengan katalis asam.

  • Konversi minyak menjadi asam lemak lalu menjadi biodiesel.

Hampir semua biodiesel diproduksi menggunakan transesterifikasi katalis basa. Sebab, ini adalah proses yang paling ekonomis serta menggunakan suhu dan tekanan rendah.

3. Konversi Biologis

Konversi biologis meliputi fermentasi untuk membuat etanol dan biogas. Etanol adalah alkohol yang digunakan sebagai bahan campuran bensin untuk meningkatkan oktan dan mengurangi karbon monoksida serta emisi.

Sedangkan biogas diproduksi dari hasil pengolahan limbah kotoran atau makanan. Sama seperti etanol, biogas juga dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Energi Arus Laut: Pengertian dan Cara Kerjanya

Ragam konten berkualitas dan inklusif tentang inisiatif individu, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya bumi berkelanjutan. Selengkapnya di kumparan.com/topic/green-initiative

(DEL)