Konten dari Pengguna

Cara Kerja Sinar X, Manfaat, dan Bahayanya dalam Pemeriksaan Rontgen

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara kerja sinar X. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara kerja sinar X. Foto: Shutterstock

Sinar X atau X-ray adalah salah satu jenis radiasi elektromagnetik yang memiliki energi tinggi. Cara kerja sinar X membuatnya mampu menembus benda lunak seperti daging dan kulit.

Pemeriksaan medis menggunakan radiasi sinar X disebut juga dengan rontgen. Menurut situs Medine Plus, penggunaan sinar X yang paling umum adalah untuk memeriksa patah tulang dan mendeteksi pneumonia.

Saat menjalani rontgen, pasien diminta untuk mengenakan celemek khusus untuk melindungi bagian tertentu. Kemudian, pencitraan sinar X akan menciptakan gambar bagian dalam tubuh pasien tersebut.

Lalu, bagaimana cara kerja sinar X yang digunakan untuk mengamati bagian tubuh? Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut.

Bagaimana Cara Kerja Sinar X?

com-Ilustrasi rontgen paru-paru. Foto: Shutterstock.

Mesin sinar X menghasilkan aliran radiasi elektromagnetik yang berinteraksi dengan anoda dalam tabung sinar X. Dijelaskan dalam situs Wonderopolis, sinar X yang dibuat oleh interaksi tersebut lalu diarahkan ke bagian tubuh yang diperiksa. Untuk mengurangi paparan radiasi, mesin mengarahkan sinar X hanya pada area fokus.

Sinar X yang bersentuhan dengan jaringan tubuh akan menghasilkan gambar bagian-bagian tubuh tersebut. Jaringan lunak seperti kulit dan organ tidak dapat menyerap sinar berenergi tinggi sehingga sinar X dapat menembusnya.

Sama halnya dengan film kamera, warna pada film sinar X bergantung pada area mana yang terpapar sinarnya. Kalsium dalam tulang paling banyak menyerap sinar X sehingga terlihat putih. Sedangkan, lemak dan jaringan lunak lainnya menyerap lebih sedikit sinar X sehingga berwarna hitam.

Baca juga: Biaya Rontgen Tulang Belakang di Rumah Sakit dan Puskesmas

Apa Manfaat dan Bahaya Sinar X terhadap Manusia?

Ilustrasi memeriksa hasil sinar X. Foto: Pexels

Selain bermanfaat di dunia kesehatan, penerapan sinar X dalam kehidupan sehari-hari juga dilakukan di berbagai bidang lainnya. Di samping itu, penggunaan sinar X rupanya berdampak buruk bagi manusia, berikut penjelasannya.

Manfaat Sinar X

Mengutip buku Mengungkap Hakekat Sinar X tulisan Mukhlis Akhadi, berikut beberapa manfaat sinar X di berbagai bidang:

  • Dalam bidang kimia, sinar X dimanfaatkan untuk mempelajari struktur kristal.

  • Kegunaan sinar X dalam bidang industri adalah untuk memeriksa kualitas sambungan las-lasan dan cacat di dalam logam.

  • Dalam bidang forensik, digunakan untuk mendeteksi keberadaan unsur-unsur kelumit dan mengungkap kasus kriminal.

  • Dalam bidang seni, bermanfaat untuk mendeteksi pemalsuan lukisan.

  • Dalam penerbangan udara, sinar X berguna untuk memindai barang-barang bawaan penumpang dan mencegah aksi terorisme.

  • Dalam bidang astronomi, digunakan untuk mengungkap rahasia benda-benda langit.

Baca juga: Sinar Katode: Pengertian, Sejarah Penemuan, dan Sifat-sifatnya

Bahaya Sinar X

Ilustrasi mual, salah satu efek samping sinar X. Foto: Shutterstock

Mengutip situs National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering, sinar X menghasilkan radiasi pengion, yaitu bentuk radiasi yang berpotensi merusak jaringan hidup. Karena itu, sinar X dapat menimbulkan beberapa efek jangka pendek maupun panjang, seperti:

  • Mual

  • Muntah

  • Pusing

  • Pendarahan

  • Pingsan

  • Rambut rontok

  • Diare

  • Jumlah sel darah rendah

  • Kerusakan pada kulit

  • Mulut kering

  • Kanker

Namun, bagian tubuh yang diperiksa hanya akan terpapar radiasi sinar X selama sepersekian detik. Sinar X juga memiliki dosis radiasi yang sangat rendah sehingga diyakini tidak menyebabkan masalah kesehatan secara langsung.

Menurut laman National Health Service, umumnya jumlah radiasi yang diterima pasien selama melakukan pemeriksaan X-ray setara dengan beberapa hari atau beberapa tahun paparan radiasi alami dari lingkungan.

Sebagai contoh, rontgen dada atau gigi yang setara dengan radiasi selama beberapa hari dan memiliki peluang kurang dari 1:1.000.000 untuk menyebabkan kanker.

Meski begitu, pemeriksaan rontgen dengan sinar X mungkin tetap berisiko menimbulkan efek samping bagi pasien. Jika Anda memiliki kekhawatiran soal itu, diskusikanlah dengan dokter atau radiografer terlebih dulu sebelum melakukan pemeriksaan.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apakah sinar-X sama dengan sinar rontgen?
chevron-down

Pemeriksaan medis menggunakan radiasi sinar X disebut juga dengan rontgen.

Mengapa Sinar-X dapat menembus jaringan tubuh?
chevron-down

Jaringan lunak seperti kulit dan organ tidak dapat menyerap sinar berenergi tinggi sehingga sinar X dapat menembusnya.

Apa yang terjadi jika terkena sinar-X?
chevron-down

Sinar X dapat menimbulkan beberapa efek jangka pendek maupun jangka panjang, seperti mual, muntah, rambut rontok, dan kerusakan pada kulit.