Cara Membaca Alquran dengan Tartil yang Baik dan Benar

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Muslim tidak diperkenankan membaca Alquran secara sembarangan. Disunnahkan bagi mereka untuk membacanya dengan cara tartil dan memperhatikan tajwid yang berlaku.
Tartil merupakan salah satu metode membaca Alquran. Membaca Alquran dengan tartil maksudnya membaca tanpa tergesa dan perlahan-lahan sehingga seseorang dapat lebih mudah meresapi makna ayat yang dibacanya.
Membaca Alquran dengan tartil sangat dianjurkan, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya, “Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 4)
Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Janganlah kau gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat menguasainya. Atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.” (QS. Al-Qiyamah: 16-17)
Selain tartil, ada beberapa metode membaca Alquran yang lain, yaitu tahqiq, hadr, dan tadwir. Tahqiq adalah membaca Alquran dengan tenang, hadr artinya membaca cepat, sedangkan tadwir merupakan kombinasi tartil dan hadr.
Bagi yang belum paham bagaimana cara membaca Alquran dengan tartil yang baik dan benar, beberapa tips di bawah ini bisa menjadi panduan.
Cara Membaca Alquran dengan Tartil
1. Memahami Hukum Tajwid
Ust. Khalillurrahman El-Mahfani dalam buku Belajar Cepat Ilmu Tajwid menjelaskan, tajwid adalah membaguskan bacaan huruf-huruf atau kalimat-kalimat Alquran satu per satu dengan terang, teratur, perlahan, dan tidak terburu-buru sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Pengucapan huruf hijaiyah yang fasih dan benar dalam metode tartil hanya bisa dicapai jika seorang Muslim mengerti teori dasar ilmu tajwid tersebut. Dengan begitu, ia paham kapan harus mendengungkan, menebalkan, serta memanjangkan dan memendekkan bacaan.
Setelah memahaminya, umat Muslim harus berusaha menerapkannya setiap membaca Alquran. Selain agar bacaannya lebih tepat, kebiasaan ini juga bisa memudahkan seseorang terbiasa membaca Alquran dengan tartil.
2. Membaca Setiap Huruf Sesuai Makhraj
Membaca Alquran dengan tartil juga bisa dilakukan dengan mempelajari tahsin, yaitu memperbaiki kualitas bacaan Alquran sesuai makhraj huruf, sifat huruf, maupun keindahan bacaan.
Makhraj sendiri merupakan tempat keluarnya huruf hijaiyah. Berdasarkan wilayah, makhraj huruf terbagi menjadi lima tempat, yaitu bibir, lidah, tenggorokan, rongga tenggorokan dan mulut, serta rongga hidung. Umat Muslim hendaknya memahami makhraj apa yang mewakili setiap huruf hijaiyah, sehingga bacaannya lebih jelas dan tepat.
3. Membaca dengan Penuh Penghayatan
Membaca Alquran bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga memahami apa yang disampaikan Allah kepada umat-Nya. Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan membaca Alquran dengan penuh penghayatan agar memperoleh hikmah dari ayat yang dibacanya.
Dengan menghayati ayat demi ayat, isi kandungan Alquran pun semakin mudah dipahami dan diresapi ke dalam hati. Dengan begitu, umat Muslim cenderung membacanya dengan perlahan alias tartil.
4. Memperjelas dan Memperindah Suara
Memperjelas dan memperindah suara ketika membaca Alquran termasuk dalam adab membaca Alquran. Rasulullah mendorong umatnya untuk membaca Alquran sebagus dan semerdu mungkin. Beliau bersabda:
“Tidak termasuk golongan kami orang-orang yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Alquran.” (HR. Bukhari)
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana tartil itu?

Bagaimana tartil itu?
Membaca Alquran dengan tartil maksudnya membaca tanpa tergesa dan perlahan-lahan.
Tata cara membaca Alquran ada berapa?

Tata cara membaca Alquran ada berapa?
Selain tartil, ada beberapa metode membaca Alquran yang lain, yaitu tahqiq, hadr dan tadwir.
Apa itu tahsin?

Apa itu tahsin?
Memperbaiki kualitas bacaan Alquran sesuai makhraj huruf, sifat huruf, maupun keindahan bacaan.
