Cara Membayar Fidyah Puasa dengan Uang, Bagaimana Perhitungannya?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ramadhan hukumnya wajib, karenanya bagi seorang Muslim yang meninggalkan puasanya karena uzur tertentu wajib menggantinya dengan qadha atau membayar fidyah.
Mengutip buku Kupas Tuntas Fidyah tulisan Luki Nugroho, Lc., fidyah merupakan istilah yang digunakan untuk menggantikan kata “tebusan”. Maksudnya, membebaskan seorang mukallaf dari sebuah perkara yang berlaku padanya.
Perintah membayar fidyah bagi orang yang tidak berpuasa telah ditegaskan Allah dalam firman-Nya di Al Quran, tepatnya pada Surat Al Baqarah ayat 184 yang berbunyi:
“…Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Tidak semua umat yang tidak berpuasa boleh menggantinya dengan fidyah. Kriteria orang yang bisa membayar fidyah antara lain:
Orangtua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa
Orang sakit parah yang kecil kemungkinan untuk sembuh
Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter)
Menurut pandangan ulama, fidyah dapat dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin maupun dalam bentuk uang. Yang pasti, semuanya ada perhitungannya masing-masing. Lalu, bagaimana cara membayar fidyah dengan uang? Berikut informasinya.
Cara Membayar Fidyah dengan Uang
Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, fidyah wajib dilakukan untuk mengganti puasa dengan membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang.
Menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku, misalnya 1,5 kilogram makanan pokok per hari yang dikonversi menjadi rupiah.
Cara membayar fidyah puasa dengan uang menurut ulama Hanafiyah yaitu dengan memberikan nominal uang yang sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,5 kilogram. Perhitungannya adalah per hari puasa yang ditinggalkan, selebihnya mengikuti kelipatan puasanya.
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No, 10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, nilai fidyah dalam bentuk uang untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp50.000/hari/jiwa.
Cara Membayar Fidyah dengan Makanan Pokok
Seperti yang disebutkan, membayar fidyah sebagai pengganti puasa juga dapat dilakukan dengan menyumbangkan makanan pokok kepada fakir miskin. Cara ini dilakukan oleh kaum Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanafiyah.
Menurut Imam Malik dan Imam As-Syafi’i, fidyah yang harus dibayarkan adalah sebesar 1 mud gandum, sekitar 6 ons/675 gram/0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa.
Sedangkan menurut ulama Hanafiyah, fidyahnya sebesar 2 mud atau setara ½ sha’ gandum, sekitar 1,5 kg. Aturan ini biasanya digunakan bagi orang yang membayar fidyah berupa beras.
Sementara itu, pada ibu hamil yang tidak puasa 30 hari berlaku aturan di mana fidyah boleh dibayarkan kepada 30 fakir miskin atau beberapa orang saja. Besaran fidyah yang dikeluarkan yakni 30 takar, masing-masing 1,5 kg.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Berapa bayar fidyah dengan uang?

Berapa bayar fidyah dengan uang?
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No, 10 Tahun 2022, nilai fidyah dalam bentuk uang untuk tahun ini di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, ditetapkan sebesar Rp50.000/hari/jiwa.
Berapa kg beras untuk membayar fidyah?

Berapa kg beras untuk membayar fidyah?
Menurut ulama Hanafiyah, fidyahnya sebesar 2 mud atau setara ½ sha’ gandum, sekitar 1,5 kg.
Bayar fidyah puasa 1 hari berapa?

Bayar fidyah puasa 1 hari berapa?
Menurut ulama Hanafiyah yaitu dengan memberikan nominal uang yang sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,5 kilogram untuk per hari puasa yang ditinggalkan.
