Cara Membuat Label Barcode pada Tanaman sebagai Media Belajar di Sekolah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penerapan inovasi di era digital kini semakin meluas, tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah. Salah satu bentuk implementasinya dapat dilihat dari penggunaan barcode pada tanaman sebagai bagian dari program Sekolah Adiwiyata.
Dengan label barcode, setiap tanaman tidak lagi sekadar menjadi penghias taman, tetapi juga sumber informasi yang edukatif. Mengutip Petunjuk Teknis Barcode Pohon susunan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, barcode tersebut memuat data penting, seperti jenis tanaman, nama ilmiah, ciri-ciri, habitat, hingga manfaat tanaman.
Lebih dari itu, barcode tanaman juga menjadi media belajar interaktif yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan.
Ingin tahu bagaimana cara membuat label barcode tanaman yang menarik dan edukatif? Yuk, simak langkah-langkahnya di bawah ini.
Cara Membuat Label Barcode pada Tanaman
Menurut tutorial dari kanal YouTube Sutha BioEdu dan Maricha, berikut adalah cara membuat label barcode tanaman:
1. Siapkan media gambar berisi informasi tanaman
Langkah pertama adalah membuat media gambar atau poster berisi informasi lengkap tentang tanaman yang akan diberi barcode. Tuliskan data seperti nama tanaman, nama latin, ciri-ciri, manfaat, habitat, hingga status konservasinya.
Anda bisa menggunakan berbagai template menarik di platform desain, misalnya Canva, agar tampilan informasi terlihat rapi dan mudah dibaca.
2. Buka situs pembuat QR Code
Kunjungi situs QR Code Generator dengan klik tautan ini: https://www.qr-code-generator.com/. Situs ini memungkinkan Anda membuat barcode dengan cepat tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
3. Daftar dan login akun
Lakukan pendaftaran dengan memasukkan email dan password, atau langsung login menggunakan akun Google yang sudah terdaftar.
Setelah berhasil masuk, klik ikon tanda plus (+) di pojok kanan atas untuk memulai pembuatan barcode baru.
4. Pilih jenis file yang akan digunakan
Pilih tipe file yang ingin dimasukkan ke dalam barcode. Disarankan untuk menggunakan format gambar (PNG atau JPG).
5. Unggah file gambar tanaman
Klik menu "Upload File", lalu pilih poster informasi tanaman yang sudah dibuat sebelumnya. Tunggu hingga proses unggahan selesai 100%. Pastikan kualitas gambar cukup baik agar barcode dapat menampilkan hasil maksimal.
6. Atur tampilan barcode agar lebih menarik
Untuk membuat tampilan label barcode lebih menarik, Anda bisa menambahkan frame atau bingkai pada QR code. Pilih desain sesuai dengan tema taman, kebun, atau area koleksi tanaman.
7. Unduh label barcode yang sudah jadi
Jika semua sudah sesuai, klik download untuk menyimpan barcode dalam format gambar. File inilah yang nantinya akan digunakan sebagai label tanaman.
8. Pasang label barcode pada tanaman
Cetak label barcode pada bahan yang tahan air, seperti stiker laminasi atau lembar akrilik tipis, agar tidak mudah rusak oleh hujan dan panas.
Tempelkan atau gantungkan label barcode tersebut di posisi yang mudah terlihat pada setiap tanaman.
Baca Juga: Contoh Tanaman Hidroponik Sederhana yang Praktis untuk Pemula
(ANB)
