Cara Membuat Pupuk Organik Cair dengan Mudah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pupuk Organik Cair atau disingkat sebagai POC adalah pupuk dalam larutan cair yang dihasilkan dari pembusukan bahan-bahan organik. Cara membuat pupuk organik cair terbilang mudah, karena menggunakan bahan baku alami.
Bahan-bahan yang biasanya digunakan adalah sisa tanaman, kotoran hewan, dan bahan yang lain. Sehingga, untuk membuat pupuk organik cair perlu melalui proses fermentasi dari bahan-bahan tersebut.
Perlu diketahui kalau pupuk organik cair mengandung unsur-unsur penting yang bisa digunakan untuk tanaman agar pertumbuhannya jauh lebih sehat. Unsur-unsur tersebut antara lain hara makro terutama nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) dan C-organik.
Penasaran dengan cara membuat pupuk organik cair? Anda bisa menyimak langkah-langkah dan alat-alat yang dibutuhkan di bawah ini.
Alat dan Bahan Pembuatan Pupuk Cair Organik
Alat-alat dan bahan dalam membuat pupuk bisa ditemukan dengan mudah disekitar Anda. Bersumber dari jurnal Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair yang ditulis Subhan Aon, alat dan bahan yang digunakan cukup mudah karena semuanya bisa ditemukan di sekitar Anda.
Berikut ini untuk alat serta bahan yang dibutuhkan:
Bahan:
Daun-daun gamal
Daun lamtoro
Tanaman kacang-kacangan
Kotoran Hewan
Alat – Alat:
1. Drum atau Ember
Digunakan sebagai wadah utama untuk mencampur bahan-bahan pupuk. Jika menggunakan drum, hasil akhir pupuk cair yang dihasilkan bisa mencapai 100 liter.
2. Bahan Pupuk
Daun-daunan: Pupuk cair yang dihasilkan dari daun-daunan ini dapat digunakan untuk lahan seluas 100 m².
Kotoran Hewan: Pupuk cair yang dihasilkan dari kotoran hewan dapat digunakan untuk lahan yang lebih luas, yaitu 200 m².
3. Karung (karung beras, goni, plastik, atau nilon)
Digunakan untuk menampung bahan pupuk cair. Karung ini memungkinkan air meresap ke dalam pori-porinya sehingga cairan pupuk bisa terbentuk, namun tetap menjaga agar bahan dalam karung tidak berhamburan keluar.
4. Penutup Drum atau Plastik Hitam
Penutup ini penting agar drum atau wadah terlindung dari sinar matahari dan air hujan. Dengan begitu, proses fermentasi pupuk bisa berjalan optimal tanpa gangguan.
5. Tali Pengikat
Tali digunakan untuk mengikat ujung karung, memastikan bahan pupuk tetap berada di dalam karung.
6. Batu sebagai Pemberat
Batu dimasukkan ke dalam drum untuk memastikan karung dapat tenggelam sepenuhnya, mempercepat proses pembentukan pupuk cair.
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dengan Mudah
Setelah menyiapkan alat dan bahan, Anda perlu memerhatikan langkah-langkah pembuatannya. Berikut ini cara membuat pupuk organik cair:
Pilihlah lokasi yang dekat dengan sumber air dan terlindung dari paparan langsung sinar matahari serta hujan. Tempat yang ideal akan menjaga kestabilan suhu selama proses fermentasi pupuk.
Siapkan karung yang akan digunakan sebagai wadah bahan pupuk. Isi karung dengan daun-daunan yang sudah dicincang halus atau kotoran ternak segar, hingga sekitar ¾ penuh. Pastikan karung diikat rapat agar bahan di dalamnya tidak berceceran.
Masukkan karung yang sudah terisi tersebut ke dalam drum atau ember besar yang kosong. Setelah itu, tambahkan air ke dalam drum. Rasio air yang diperlukan adalah sekitar 2 liter air untuk setiap 1 kg isi karung.
Letakkan batu yang cukup berat di atas karung dalam drum agar karung tersebut tenggelam. Pastikan drum atau ember tetap tertutup selama proses ini untuk mencegah penguapan dan hilangnya unsur hara yang penting dalam pupuk cair.
Biarkan karung terendam dalam drum selama sekitar 2-3 minggu agar proses fermentasi berlangsung dengan sempurna. Jika menggunakan daun muda, waktu fermentasi lebih singkat, yaitu sekitar 3 hari.
Setelah waktu fermentasi selesai, angkat karung dari dalam drum. Cairan yang terbentuk di dalam drum adalah pupuk cair yang siap digunakan. Ampas yang tersisa di dalam karung juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk padat untuk memperkaya tanah.
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair
Selanjutnya, setelah selesai membuat pupuk, Anda perlu tahu takaran dan cara menggunakan pupuk yang benar. Hal ini agar pupuk yang sudah dibuat bisa memberikan kontribus secara optimal pada tanaman.
Nah, berikut ini cara penggunaan pupuk organik cair agar dapat memberikan hasil optimal pada tanaman:
1. Pupuk Cair Perlu Dincerkan
Untuk memastikan pupuk cair tidak terlalu kental dan sesuai dengan kebutuhan tanaman, campurkan pupuk dengan air sesuai jenis bahan pupuk:
Jika bahan pupuk berasal dari daun-daunan, gunakan perbandingan 1 bagian pupuk cair dengan 3 bagian air.
Jika bahan pupuk berasal dari kotoran ternak, gunakan perbandingan 1 bagian pupuk cair dengan 4 hingga 6 bagian air.
2. Penyiraman Pupuk Cair pada Tanaman
a. Waktu Pemupukan
Mulailah penyiraman pupuk cair pada tanaman sekitar 2-3 minggu setelah tanaman berkecambah. Hal ini memastikan bahwa tanaman cukup kuat untuk menerima pupuk.
b. Frekuensi Pemupukan
Lakukan penyiraman pupuk cair setiap 3 minggu sekali untuk menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman.
Baca Juga: Pengertian Pupuk Organik Cair Lengkap dengan Fungsinya
(SFN)
