Cara Memilih Daging Sapi yang Baik, Segar, dan Berkualitas

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik untuk dikonsumsi. Pertanyaannya, bagaimana cara memilih daging sapi yang baik?
Dikutip dari laman Real Simple, daging sapi yang baik umumnya berwarna merah muda, berserat halus, dan lemaknya berwarna putih. Daging yang baik tampilannya masih segar dan tidak mengeluarkan bau anyir atau bau tak sedap lainnya.
Jika membelinya di supermarket, Anda bisa memeriksa stiker atau label yang menempel di kemasannya. Biasanya, label tersebut memuat informasi tentang kondisi daging dan tingkat kesegarannya.
Untuk itu, pembeli harus lebih selektif dalam memerhatikan kualitas daging yang dijual. Simak tips memilih daging sapi yang baik dan berkualitas selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Cara Memilih Daging Sapi yang Baik
Daging sapi yang baik umumnya berwarna merah muda atau merah ceri. Jika daging tersebut ditempatkan di wadah tertutup, warnanya akan berubah menjadi merah keunguan dan lebih gelap.
Apabila menemukan daging yang berbintik coklat atau hitam, artinya daging tersebut sedang mengalami proses pembusukan. Biasanya, bintik tersebut disertai dengan lendir yang berlebihan di area permukaan daging.
Dijelaskan dalam laman Food Network, daging sapi yang masih segar tidak memiliki bau menyengat. Teksturnya pun masih kenyal dan tidak lembek. Jika disentuh, daging tersebut tidak langsung rusak.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, daging yang baik memiliki serat yang lebih halus. Lemaknya berwarna putih dan terlihat jelas di bagian dagingnya.
Saat membeli daging, perhatikan kadar air yang muncul di permukaannya. Biasanya, daging yang berasal dari sapi gelonggongan cenderung memiliki kadar air yang cukup banyak.
Dijelaskan dalam laman Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Lebak, daging sapi gelonggongan umumnya tidak dijual dengan cara digantung. Daging akan diletakkan di atas meja untuk menghindari penyusutan berat daging secara drastis.
Anda harus jeli memperhatikan ciri-ciri daging tersebut Proses pemilihan daging yang diperlukan agar kandungan nutrisi yang ada di dalamnya tidak hilang.
Yang tak kalah penting, ketika membeli daging sapi hendaknya sesuaikan dengan keperluannya terlebih dahulu. Misalnya ingin diolah menjadi sup, sate, bistik, atau dendeng.
Dengan begitu, Anda bisa memilih bagian daging sapi yang sesuai. Dirangkum dari buku Muslimah Cerdas dan Kreatif susunan Riyanti GW, berikut panduannya untuk memilih bagian daging sapi:
Untuk sup: daging betis, daging kaki, kepala, tulang rusuk, dan buntut.
Untuk rendang: daging panggul, daging punggung, dan daging paha.
Untuk sate: daging rusuk atau perut.
Untuk dendeng: daging paha, lulur daam, dan lulur luar.
Untuk gulai: daging tetelan bercampur dengan tulang dan gaji.
Cara Mengolah Daging dalam Masakan
Sebelum dimasak menjadi suatu hidangan lezat, Anda perlu memerhatikan tahapan pengolahan daging terlebih dahulu, yakni sebagai berikut:
Cucilah daging sebelum dipotong-potong. Agar cepat lunak bungkus terlebih dahulu menggunakan daun pepaya. Teknik ini bisa digunakan untuk olahan sate.
Rebus daging dengan air mendidih. Usahakan gunakan api sedang selama proses perebusan.
Daging yang alot dapat dilunakkan dengan cara merendamnya di dalam cuka dan air kaldu.
Daging bistik bisa dibuat empuk dengan cara diolesi minyak dan cuka dengan takaran yang sama. Kemudian, diamkan selama 30 menit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Baca juga: Cara Membuat Empal Daging Sapi yang Empuk dan Nikmat
(MSD)
