Cara Mencegah Ruam Popok Pada Bayi beserta Tips untuk Mengatasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
8 Februari 2023 18:25
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ruam popok bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ruam popok bayi. Foto: Shutterstock
Ruam popok merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering dijumpai pada bayi baru lahir (newborn baby). Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan di daerah kulit yang tertutup popok, seperti alat kelamin, pantat, dan paha bagian dalam.
Mengutip buku The Baby Book susunan Sears, M.D., dkk (2003), gejala ruam popok yang paling umum yaitu kulit bayi berwarna kemerahan, lecet-lecet, gatal, dan iritasi. Gejala tersebut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, rewel, dan menangis terus-menerus.
Penyebab utama ruam popok adalah karena kulit bayi terkontaminasi oleh urine dan kotoran dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, ruam popok juga bisa disebabkan oleh iritasi akibat deterjen dan bahan kimia yang terdapat pada diaper.
Kondisi tersebut bisa semakin parah jika bayi memiliki riwayat alergi. Agar lebih memahaminya, berikut ini penjelasan tentang ruam popok pada bayi selengkapnya yang bisa Anda simak.

Apa penyebab ruam popok pada bayi?

Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock
Dijelaskan dalam buku 200 Tips Ibu Smart Anak Sehat, penyebab ruam popok ini bermacam-macam. Berikut uraiannya yang bisa Anda simak:
  • Kulit bayi terlalu lama terkena urin atau kotoran bayi. Ini karena bayi menggunakan popok atau diaper dalam waktu lama dan dengan kondisi kotor.
  • Terlalu lama menggunakan diaper yang terbuat dari plastik atau karet yang menyebabkan iritasi.
  • Memiliki riwayat energi.
  • Terkontaminasi zat-zat alergen yang terdapat dalam diaper, mulai dari deterjen hingga bahan kimia lainnya.

Bagaimana cara mengatasi ruam popok pada bayi?

Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock
Umumnya, ruam popok terjadi karena ada gesekan antara popok dengan kulit bayi. Kondisi ini dapat diperparah jika kulit bayi masih sangat peka dan sensitif.
Ketika bayi memakai popok, kulitnya akan tertutup dan menjadi lembap. Kondisi lembap itulah yang dapat memicu timbulnya ruam popok.
Sebenarnya, ruam popok bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan dokter. Biasanya, gejala ruam popok dapat hilang dalam waktu 3-7 hari.
Dirangkum dari buku Asuhan Kebidanan: Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah karya Aryunani, dkk (2022), berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi ruam popok pada bayi:
  • Sesuaikan ukuran popok dengan berat dan tinggi tubuh bayi. Jangan menggunakan popok yang kebesaran atau kekecilan.
  • Ganti popok secara rutin. Anda bisa segera menggantinya ketika popok terasa penuh atau sudah kotor.
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Bersihkan dengan baik bagian kulit yang sering tertutup popok. Jangan biarkan kuman dan bakteri dari kotoran bayi mengiritasi area kulit.
  • Setelah dibasuh, seka kulit bayi secara perlahan sampai kering sebelum memakaikan popok baru.
  • Hindari penggunaan bedak bayi pada ruam popok karena dapat memperparah iritasi.
  • Hindari penggunaan sabun atau tisu basah yang mengandung alkohol dan pewangi (fragrance). Kandungan tersebut dapat memperparah peradangan yang dirasakan bayi.
  • Jika menggunakan popok kain, sebaiknya cuci popok secara rutin. Cuci menggunakan air hangat sampai bersih dan hindari penggunaan pewangi pakaian.
  • Jangan memakai popok terlalu sering karena kulit bayi juga butuh bernapas.
Jika ruam tak kunjung sembuh, Anda bisa mengoleskan area kulit bayi yang iritasi menggunakan salep. Pilih krim yang mengandung zinc oxide, zinc gluconate, atau petroleum jelly.
Hindari obat yang mengandung difenhidramin atau asam salisilat, kecuali atas anjuran dokter. Jika memutuskan untuk berobat ke dokter, biasanya Anda akan mendapat resep obat sebagai berikut:
  • Krim hydrocortisone untuk mengurangi peradangan akibat ruam.
  • Krim antibiotik bila muncul infeksi bakteri pada ruam.
  • Krim anti jamur seperti nystatin, clotrimazole, dan miconazole untuk mengobati infeksi jamur yang menyebabkan ruam popok.

Mencegah Ruam Popok pada Bayi

Ilustrasi bayi dan popok. Foto: RaspberryStudio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dan popok. Foto: RaspberryStudio/Shutterstock
Untuk mencegah ruam popok kambuh lagi, sebaiknya Anda lebih hati-hati dalam memakaikan popok pada bayi. Jangan gunakan popok dalam waktu lama dan ganti popok secara berkala.
Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan nappy cream sebelum memakaikan popok. Pasang popok dengan benar agar kulit bayi tidak mudah tergesek.
Meski ruam popok tidak berbahaya, keluhannya dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Sebaiknya Anda segera mengobatinya agar iritasi tidak semakin parah.
Selain menggunakan nappy cream, sebenarnya Anda bisa menggunakan produk lain untuk mencegah terjadinya ruam popok. Misalnya dengan menggunakan baby oil yang berfungsi melembapkan kulit bayi.
Baby oil dapat digunakan sebelum memakaikan popok. Anda bisa mengoleskannya ke area kulit yang tertutup, seperti pantat, paha bagian dalam, dan selangkangan.
(MSD)
Apa itu ruam popok?
chevron-down
Bagaimana gejala ruam popok?
chevron-down
Apa penyebab ruam popok?
chevron-down