Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh?

15 September 2021 9:01
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
Pernah melihat area bokong atau selangkangan bayi terdapat kemerahan usai menggunakan popok? Bila ya, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda si kecil mengalami ruam popok, Moms.
ADVERTISEMENT
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya menjelaskan, ruam popok biasanya terjadi karena iritasi akibat kontak dengan bahan dari popok atau kontak dengan urine/feses yang jarang dibersihkan. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi pada bayi --terlebih bagi mereka yang memiliki kulit sangat sensitif.
Meski begitu, ruam popok pada bayi sebenarnya bisa hilang jika Anda menjaga kebersihan area genital bayi. Salah satunya, dengan rutin mengganti popok setidaknya 4 jam sekali agar kotoran bayi tidak menempel terlalu lama di kulitnya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan krim atau salep khusus ruam popok setiap sehabis menggantikan popok si kecil.
Walau bisa menghilang, tak sedikit bayi yang mengalami ruam popok secara berulang. Ya, ruam popok kembali muncul di lain waktu. Meski bukan kondisi yang berbahaya, ruam popok bisa membuat bayi tidak nyaman bahkan bisa bikin si kecil rewel sepanjang hari.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa yang menyebabkan ruam popok pada bayi tidak mereda, ya?

Penyebab Ruam Popok pada Bayi Tak Kunjung Sembuh

1. Bayi Sedang Gunakan Antibiotik
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Shutterstock
Babygaga melansir, bila bayi Anda sedang menggunakan antibiotik, ini bisa menghancurkan bakteri baik dan berbahaya dalam tubuh bayi. Sehingga menyebabkan ragi tumbuh berlebihan. Jika Anda menyusui dan menggunakan antibiotik pun dapat meningkatkan risiko bayi alami ruam popok, Moms.
2. Bahan Deterjen Pakaian
Ilustrasi Deterjen Foto: Dok. Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Deterjen Foto: Dok. Freepik
Jika Anda menggunakan popok kain untuk si kecil, tetap pastikan kebersihan popok terjaga ya, Moms. Pastikan Anda merendam popok kain yang sangat kotor setelah Anda membuang tinja bayi. Gunakan air panas dan bilas setidaknya dua kali. Jangan gunakan produk anti-statis atau pelembut kain yang mungkin mengandung bahan kimia terlalu keras. Sebab, ini bisa menimbulkan ruam pada bayi dengan kulit sensitif.
ADVERTISEMENT
3. Alergi
Mengutip Healthline, ruam popok yang kerap muncul kemungkinan disebabkan oleh si kecil yang memiliki alergi terhadap sesuatu. Bisa karena penggunaan sabun, parfum, pengawet, pewangi, tisu basah, hingga krim/salep ruam yang tidak cocok untuk si kecil.
Anda bisa menghentikan penggunaan produk tersebut dan ganti dengan merek atau jenis lain. Misalnya si kecil menggunakan tisu basah yang mengandung parfum, cobalah untuk menggantinya dengan yang non-perfume.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
4. Penggunaan Popok yang Terlalu Ketat
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Thinkstick
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Thinkstick
Penggunaan popok yang terlalu kencang dapat membuat area genital bayi lembap sekaligus memicu terjadinya ruam. Apalagi jika Anda tidak rutin mengganti popoknya.
Untuk itu, jika karet pada popok yang dikenakan bayi meninggalkan bekas merah di kulitnya, coba longgarkan atau naikkan popok tersebut untuk menekan iritasi pada kulit.
ADVERTISEMENT
5. Infeksi
Ruam popok yang tak kunjung hilang sering kali disebabkan oleh infeksi jamur. Popok bayi Anda adalah area hangat dan lembap yang secara alami menarik jamur dan dapat menyebabkan infeksi. Jamur candida albicans atau dikenal sebagai ragi adalah penyebab umum ruam popok dengan kulit tampak memerah dengan benjolan atau bintik-bintik merah.
6. Bayi Sudah Mulai MPASI
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Ruam Popok Bayi Tidak Kunjung Sembuh? Foto: Shutterstock
Mayo Clinic melansir, saat bayi sudah mulai diperkenalkan dengan MPASI, mereka bisa saja mengalami ruam popok. Terlebih jika bayi masih diberikan ASI, ada kemungkinan bayi mengalami ruam karena respons terhadap apa yang dikonsumsi ibu.
7. Masalah Lain
Basah, lembap, dan keasaman urine atau feses bisa menyebabkan ruam popok. Terutama pada bayi yang sedang diare, karena popoknya tentu akan selalu basah akibat sering buang air besar. Inilah yang membuat bayi tidak nyaman dan rewel. Untuk itu, segera ganti popok untuk mencegah ruam muncul kembali, Moms.
PUREBB Rash Cream
zoom-in-whitePerbesar
PUREBB Rash Cream
Nah Moms, salah satu cara untuk membantu meredakan ruam popok pada bayi adalah dengan menggunakan krim yang tepat, seperti PUREBB Rash Cream. Krim ini mengandung zinc oxide 10% yang bisa mengatasi berbagai jenis ruam di kulit bayi, seperti ruam popok ruam di area muka, ruam karena alergi susu, kemerahan dan iritasi di lipatan kulit dan biang keringat. Menurut studi di International Journal of Women’s Dermatology, zinc oxide memiliki efek antiinflamasi, anti-iritasi, antioksidan, antibakteri, dan regeneratif. Zat ini juga memiliki sifat antiperspirant, sehingga dapat membantu mengurangi gejala ruam popok.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, krim ini juga mengandung ekstra moisturizer dexpanthenol 5% dan jojoba oil yang baik bagi kulit, karena bisa melembapkan, sehingga bisa membantu meredakan iritasi kulit, serta mencegah kulit kering, kulit bersisik, dan masalah kulit lainnya.
Selain itu, PUREBB Rash Cream kandungannya sudah standar low hazard karena terbuat dari bahan alami,PH 5.5 yang sudah disesuaikan kulit sensitif bayi tanpa pengawet, parfum sintetis, alkohol, dan paraben. Selain itu, PUREBB Rash Cream juga sudah teruji klinis hypoallergenic, sehingga dapat digunakan pada bayi baru lahir dan di area wajahnya. PureBB Rash cream di Produksi di perusahaan Farmasi dan sudah terdaftar BPOM, untuk informasi lebih lanjut kunjungi link ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020