Konten dari Pengguna

Cara Mengeluarkan Siswa dari Dapodik untuk Operator Sekolah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi kursi dan menja sekolah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kursi dan menja sekolah. Foto: Shutterstock

Ada berbagai alasan yang menyebabkan seorang siswa tidak lagi tercatat sebagai peserta didik di suatu sekolah, mulai dari pindah sekolah, dikeluarkan, hingga telah lulus. Setelah itu, pihak sekolah perlu memperbarui data peserta didik di aplikasi Dapodik dengan mengeluarkan siswa tersebut dari daftar aktif.

Proses ini mengharuskan operator mengisi informasi penting, seperti alasan peserta didik keluar dan tanggal keluar. Pengisian data yang tepat sangat penting untuk mendukung proses administrasi, terutama jika siswa akan melanjutkan pendidikan di sekolah lain.

Sebagai panduan bagi operator sekolah, simak cara mengeluarkan siswa dari Dapodik yang bisa diikuti berikut ini.

Cara Mengeluarkan Siswa dari Dapodik

Ilustrasi cara mengeluarkan siswa dari dapodik. Foto: Pexels

Mengeluarkan siswa dari Dapodik dilakukan melalui pengisian data terkait status keluarnya siswa. Berdasarkan panduan dari kanal YouTube Zahraabid Collection, berikut langkah-langkahnya:

1. Buka aplikasi Dapodik

Operator sekolah masuk ke aplikasi Dapodik menggunakan akun yang telah terdaftar.

2. Pilih menu Peserta Didik

Buka menu Peserta Didik, lalu pilih nama siswa yang akan dikeluarkan dari Dapodik.

3. Klik tombol Registrasi

Setelah menemukan nama siswa, klik Registrasi. Selanjutnya, sistem akan menampilkan formulir data. Lengkapi seluruh kolom pada bagian "Diisi Saat Sudah Keluar" meliputi keluar karena, tanggal keluar, dan alasan keluar.

4. Isi kolom Keluar Karena

Pilih alasan siswa keluar sesuai kondisinya. Opsi yang tersedia meliputi:

  • Lulus: Siswa telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran di jenjang akhir, seperti TK B, kelas 6 SD, kelas 9 SMP, atau kelas 12/13 SMA/SMK.

  • Mutasi: Siswa pindah ke sekolah lain dan dapat diterbitkan surat keterangan mutasi.

  • Dikeluarkan: Siswa dikeluarkan oleh sekolah karena alasan tertentu sehingga tidak dapat diterbitkan surat keterangan mutasi.

  • Mengundurkan diri: Siswa berhenti bersekolah atas permintaan sendiri.

  • Putus sekolah: Siswa tidak lagi melanjutkan pendidikan di sekolah.

  • Wafat: Siswa meninggal dunia.

  • Hilang: Keberadaan siswa tidak diketahui.

5. Isi kolom Tanggal Keluar

Masukkan tanggal sesuai waktu siswa resmi keluar dari sekolah.

6. Isi kolom Alasan Keluar

Tuliskan alasan keluarnya siswa, misalnya mengikuti orang tua pindah ke daerah lain, pindah sekolah, atau alasan lain yang sesuai.

7. Klik tombol Simpan

Setelah seluruh data terisi dengan benar, klik Simpan dan Tutup.

8. Pastikan data masuk ke menu PD Keluar

Untuk memastikan proses berhasil, buka kembali menu Peserta Didik, lalu pilih PD Keluar. Jika nama siswa muncul pada daftar tersebut, berarti proses pengeluaran siswa dari Dapodik telah berhasil.

9. Lakukan sinkronisasi Dapodik

Langkah terakhir adalah melakukan sinkronisasi agar data siswa terkirim ke pusat data Dapodik. Caranya sebagai berikut:

  • Klik menu Pengaturan.

  • Pilih Tukar Akses Pengguna.

  • Masukkan kode registrasi sekolah.

  • Pilih nama kepala sekolah.

  • Klik Sinkron.

Setelah proses sinkronisasi selesai, data siswa telah resmi dikeluarkan dari Dapodik.

Baca Juga: Cara Guru Membantu Siswa Mengembangkan Kebiasaan Bekerja Sama dalam Kelompok

(SA)