Cara Mengerjakan Tes Kraepelin untuk Mengetahui Kepribadian Seseorang

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes kraepelin merupakan bentuk soal psikotes yang berisikan susunan angka dengan bentuk lajur-lajur. Tes ini dikenal juga dengan nama tes pauli atau tes koran.
Tes kraepelin pertama kali ditemukan oleh Emil Kraepelin, yakni seorang psikiater asal Jerman. Ia menggunakan alat tes ini untuk mendiagnosis gangguan otak alzheimer dan membedakan orang normal dengan yang tidak normal.
Mengutip buku Sistem Kebut Semalam Lolos Tes CPNS susunan Isti Fina (2018), tes kraepelin dapat digunakan sebagai tes kepribadian untuk angkatan militer atau pelamar kerja. Jenis tes ini berisikan angka-angka yang ditulis dalam kertas yang lebar seperti koran.
Tes kraepelin bertujuan untuk mengukur tingkat konsentrasi, ketelitian, konsistensi, dan kecepatan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bagaimana cara mengerjakan tes kraepelin?
Cara Mengerjakan Tes Kraepelin
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, tes psikologi Kraepelin-Pauli pertama kali dikembangkan oleh Emil Kraepelin. Kemudian pada tahunn 1938, tes ini diperbarui oleh Prof. Dr. Richard Pauli, Dr. Wilhelm Arnold, dan Prof. Dr. Vanmethod sehingga dapat digunakan untuk mendata kepribadian seseorang.
Tes kraepelin akhirnya dibuat dengan standarisasi yang baru. Beberapa aspek yang dapat diukur dalam tes ini yaitu kecepatan, daya tahan, kemauan, ketelitian, stabilitas emosi, dan penyesuaian diri dalam menghadapi pekerjaan.
Pada dasarnya, proses pengerjaan tes kraepelin sangatlah sederhana. Untuk menyelesaikan jenis tes ini, Anda hanya perlu menjumlahkan angka-angka dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Kemudian, hasil penjumlahan dua angka tadi ditulis di antara kedua angka atau di sebelah kanan antara kedua angka yang dijumlahkan. Angka hasil penjumlahan yang ditulis harus bernilai satuan.
Waktu pengerjaan tes kraeplin dibatasi sesuai dengan petunjuk dan instruksinya. Mengutip buku Top Bank: Tes Masuk TNI-POLRI Paling Akurat susunan Wulan Sasmita (2016), keterbatasan waktu tersebut dapat menguji kemampuan peserta dalam mengatur kecepatan, daya tahan, kemauan, ketelitian, dan penyesuaian diri.
Tes kraepelin terdiri dari 45 lajur angka satuan antara 0-9 yang tersusun secara acak sebanyak 60 angka. Kemudian, angka tersebut disusun secara vertikal pada tiap-tiap lajurnya.
Hal yang perlu diperhatikan saat mengerjakan tes kraepelin yaitu, jangan sampai ada kolom angka yang terlewat. Kemudian, telitilah dalam mengerjakan soalnya agar tidak ada jawaban yang salah. Sebab, jawaban yang salah atau terlewat dapat memengaruhi penilaian kinerja Anda.
Selain mengukur ketelitian, tes kraepelin juga dapat menilai kepribadian seseorang. Penguji dapat menentukan kepribadiannya berdasarkan hasil lembar tes sebagai berikut:
Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah menunjukkan bahwa peserta tes mengalami stres atau depresi saat mengerjakan soal.
Penurunan grafik hasil tes Kraepelin-Pauli menunjukkan peserta tes kehilangan ingatan sesaat.
Grafik yang terlalu besar antara puncak tertinggi dan terendah menunjukkan peserta tes mengalami gangguan emosional.
Terlalu banyak salah hasil menjumlahkan angka menunjukkan bahwa peserta tes mengalami distraksi mental.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu tes kraepelin?

Apa itu tes kraepelin?
Tes kraepelin adalah bentuk soal tes psikotes yang berisikan susunan angka dengan bentuk lajur-lajur.
Apa nama lain tes kraepelin?

Apa nama lain tes kraepelin?
Tes ini dikenal juga dengan nama tes pauli atau tes koran.
Siapa yang mengembangkan tes kraepelin?

Siapa yang mengembangkan tes kraepelin?
Tes psikologi Kraepelin-Pauli pertama kali dikembangkan oleh Emil Kraepelin untuk mendiagnosis penyakit alzheimer dan demensia.
