Konten dari Pengguna

Cara Menghapus Dosa Ghibah yang Bisa Dilakukan Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghapus dosa ghibah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghapus dosa ghibah. Foto: Pexels

Ghibah merupakan salah satu dosa besar dalam ajaran Islam. Ghibah merupakan perilaku menggunjing orang lain yang kerap dilakukan secara sengaja maupun tidak dengan orang-orang sekitar.

Dikutip dari Biografi dan Aqidah Imam Al-Muzani karya Abu Utsman Kharisman, dalam surat Al-Hujurat ayat 12, Allah mengibaratkan perbuatan berghibah dengan orang yang memakan daging jenazah sesama Muslim. Artinya, itu merupakan perbuatan yang sangat menjijikan.

“...Janganlah kalian saling menggunjing (ghibah) satu sama lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Pasti kalian tidak suka…”

Dalam suatu kisah, pada saat Isra' Mi'raj, Rasulullah ditampakkan dengan sekelompok orang yang berkuku panjang yang terbuat dari tembaga. Mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri.

Ketika bertanya kepada malaikat Jibril, dijelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang 'memakan daging manusia' atau gemar berghibah dengan menjelek-jelekkan kehormatan orang lain.

“Ketika aku Mi'raj, aku melewati suatu kaum yang berkuku panjang dari tembaga yang mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya: Siapa mereka wahai Jibril. Jibril berkata: mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah), menjelek-jelekkan kehormatan mereka.” (H.R Abu Dawud, Ahmad, dishahihkan Syaikh al-Albany)

Cara Menghapus Dosa Ghibah

Ilustrasi cara menghapus dosa ghibah. Foto: Pexels

Dirangkum dari buku Spritual Muslimah karangan Teh Ninih Muthmainnah, ghibah adalah dosa besar dan pelakunya diancam dengan siksa yang pedih. Perbuatan ghibah mencakup dua hal, yaitu lisan dan pendengaran.

Lisan bisa dikatakan ghibah dengan membuka aib orang lain. Sedangkan telinga dengan mendengarkan aib atau kejelekan orang lain.

Maka, siapa pun yang berghibah dan mendengarkannya akan menerima dosa yang sama. Lantas, bagaimana jika tidak sengaja melakukan ghibah? Umat Islam dapat melakukan hal-hal berikut sebagai cara menghapus dosa ghibah.

  • Segera bertaubat memohon ampunan kepada Allah atas perbuatan dosa ghibah yang telah dilakukan.

  • Memohon ampunan Allah untuk orang yang dighibahi dan mendoakan kebaikan untuknya.

  • Bertekad kuat untuk tidak kembali melakukan ghibah.

  • Perbanyak dzikir.

  • Perbanyak melakukan sedekah.

  • Jika orang yang bersangkutan mengetahui telah dibicarakan, maka wajib bagi pelaku untuk meminta maaf kepadanya. Namun, jika yang bersangkutan tidak mengetahuinya, maka pelaku tidak perlu menyampaikannya dan segera memohon ampun kepada Allah.

Cara Menghindari Perbuatan Dosa

Ilustrasi cara menghapus dosa ghibah. Foto: Pexels

Karena termasuk dosa besar, maka wajib hukumnya bagi setiap Muslim untuk menjauhi ghibah. Cara agar diri tidak terjerumus dalam perbuatan ghibah adalah:

  • Menahan diri untuk tidak berbicara atas kejelekan orang lain serta berbuat namimah.

  • Selalu berprasangka baik (husnudzon).

  • Melakukan tabayyun, yaitu upaya untuk mencari kejelasan tentang sesuatu hal atau masalah, sehingga jelas dan benar keadaannya.

Frequently Asked Question Section

Apa itu ghibah?

chevron-down

Ghibah merupakan perilaku menggunjing orang lain yang kerap dilakukan secara sengaja maupun tidak dengan orang-orang sekitar.

Apakah orang yang mendengar ghibah tetap mendapatkan dosa?

chevron-down

Baik yang berghibah maupun yang mendengarkannya akan mendapatkan dosa yang sama.

(ANS)